Judul yang aneh. Seaneh kejadian hari ini. Tadi pagi- entah kenapa-saya tertarik mengklik blog Danalingga. Saya membaca tulisannya tentang “Sikap dalam diskusi agama” dan “Alasan-alasan membahas agama”.
Pemikiran beliau menurut saya rancu. Jadi saya ajak beliau berdiskusi.
Alhamdulillah, pada akhirnya kami bisa saling mengupas pemahaman tentang agama.
Walaupun bentuknya diskusi-diblog orang pula- tapi saya pikir menarik untuk dimasukkan kedalam blog saya. Mudah-mudahan membuka wawasan dan memperkuat iman. Maaf kalau membuat bingung.
Alhamdulillah. Bagi saya, diskusi-diskusi seperti ini adalah konflik yang optimal untuk melecut ghirah mempelajari Islam. Ini mungkin cara Allah SWT mengingatkan saya agar tidak santai-santai dalam belajar Islam. Saya masih harus banyak belajar.
Jadi teringat buku Aqidah Islamiyah karya Syaikh Sayyid Sabiq yang sekian bulan saya telantarkan.
Yosh, semangat!
Diskusinya bisa dilihat disini :
http://danalingga.wordpress.com/2008/04/08/alasan-alasan-membahas-agama/#comment-6479
http://danalingga.wordpress.com/2008/04/11/sikap-dalam-diskusi-agama/#comment-6480
Oh ya. Saya jadi tidak amanah. Waktu toleransi bagi seorang pekerja ( di ilmu Perancangan Sistem kerja dan Ergonomi yang saya pelajari , disebut Waktu kelonggaran), yang hanya 20% dari total waktu bekerjanya, saya lewati. Hari ini diskusi ini telah menarik 30%-40% waktu kerja saya. Berarti harus lembur dikosan.
Alhamdulillah.
Ya Rabb, anugerahkanlah hamba hati yang kokoh dalam iman dan taat padamu.
Ya Rabb, anugerahkanlah hamba hikmah yang membuat hamba semakin Engkau cintai.
Rabbana lakalhamdu anta nuurussamawati wal ard

setuju pak , dengan diskusi ini minimal bisa menyamakan persepsi , saling ingat mengingatkan
istiqomah dalam berjuang ya pak
saling mengingatkan dan menyemangati akhi
jazakallah
Salam kenal, postingan yang menarik, senang membaca blog ini. wa dzakkir fa inna adz-dzikro tanfa’ul mukminiin…
…
tapi2 kadang diskusi terlalu melebar lho… aduh mesti ati2 aja :d
pakar fisika : saling mendoakan ya
arul : ia bro. saya banyak khilafnya. harus lebih kuat dikonsep dan memantapkan ruhiyah.
yang penting niatnya baik ya kan kang arif…
Yang harus ada di benak setiap orang ketika akan berdiskusi adalah jangan pernah merasa diri kita paling baik, dan harus siap mendengarkan orang lain, dan yangggggggggggggggg lebih penting mengamalkan jangan hanya cuma dalam bentuk wacana , aduh jadi malu neh nyampah di blognya pak ustadz arif
syaikh landy ini luar biasa.
kalau komen dan nasehat anda itu dianggap nyampah. yang versi seriusnya bagaimana?
tuan dan nona yang dicintai Allah.
punya rekomendasi buku ilmu logika/ilmu mantiq yang bagus ga?
judul dan karya siapa. bisa diperoleh dimana?
nuhun sadayana
saya pernah baca ‘Logika Dasar tradisional simbolik’, lupa penulisnya siapa. atau ‘dasar-dasar logika’-nya sumaryono.
bisa juga buku2nya alghazali tentang logika dan filsafat, kurang hapal euy judulnya.
PS: baca buku2 kayak gini harus nyambi baca buku yg ’sejuk’, supaya seimbang dan ngga klenger
Isi bukunya bsa dposting tuh pak..
kita coba bro. ente punya bukunya gak?
sabtu minggu ini kan saya ke bandung. bisa saya lihat-lihat dulu bro?
ia. nanti sambil baca buku tentang “mesra sepanjang usia pernikahan”, biar ga klenger
baru kali ini aku berkunjung, ternyata di sini adem.
tapi dengan orang yang selalu melecehkan agama kita
dengan orag yang selalu menyombongkan diri sbagai yang paling tahu agama
bagaimana kita caramenyikapinya
karena dg diskusi, kita tetep selalu posisi yang dianggap salah
menurut saya diskusi ini salah satu jalan bang achoey. ga papa kita “berperang” dan memperjuangkan kebenaran yang kita yakini. tapi akhlaknya harus dijaga
kalau yg diajak diskusi keukeuh dan malah jadi debat kusir. didoakan saja agar sama-sama dapat hidayah, abis itu ingkari keyakinannya, dan tinggalkan. jangan juga karena terlalu bersemangat, kita malah berhenti melangkah maju dalam agama Islam ini.
jadi inget disalah satu debat antara islam dan yg lain,
tetep debatnya harus dengan ilmu, tidak boleh dengan
esmosi.
Insya Allah kalau debatnya dengan ilmu dan sabar, akan memperkuat keimanan.
so, diskusi ttg agama setuju, tp yg tampil sebaiknya yang ilmunya mumpuni.
*saya tidak ikut, ilmu keislaman sy msh sangat dangkal,
apalagi kalau dibandingkan dg umur yg sdh 0.5 perjalanan*
curhat, sy seminggu ini “diteror” oleh kawan saya, yang brbeda keyakinan sangat jauh, dan kawan saya ini mengusung pluralisme.
saya hanya menjawab singkat, perbedaan kita sangat jauh,
silahkan saya dibilang Islam ortodoks, doktrin or apapun.
sy hanya berkeyakinan bahwa islam lahir dan datang dg klaim keselamatan yg exclusive. shg tdk ada ruang untuk koreksi Alqur’an dan Rasulullah SAW.
Alhamdulillah, terornya berhenti.
“so, diskusi ttg agama setuju, tp yg tampil sebaiknya yang ilmunya mumpuni”.
benar bang. kita harus memperdalam ilmu, mengejar taraf mumpuni tadi.
semoga kita dilindungi Allah dari syubhat akidah.
Assalam.
saya belum sempet buka/lihat diskusinya, jadi belum bisa comment ttg itu.
tapi kalau bisa, tlg sedikit isi tentang diskusi itu ditampilkan di blog anda.
syukron.