Acungan jempol selayaknya kita berikan untuk stasiun-stasiun televisi Indonesia. Acungan jempol tanda bangga atas luar biasa peranan mereka dalam pembentukan karakter bangsa. Menurut saya, minimal ada dua karakter positif yang dibentuk stasiun-stasiun televisi Indonesia. Dua karakter positif itu adalah optimisme dan cinta.
Optimisme
Optimisme!. Itulah karakter yang ingin dibentuk oleh stasiun-stasiun televisi kita. Untuk sebuah bangsa yang berjuang bangkit pasca krisis multi dimensi, karakter apa yang lebih penting dari optimisme?. Hanya bangsa dengan masyarakat beroptimisme tinggi yang akan maju berlari. Kita saksikan tayangan-tayangan televisi sekarang berlomba-lomba memunculkan karakter ini.
Optimisme berusaha diejawantahkan lewat kuis sms berhadiah. Kita diajarkan untuk percaya bahwa nasib kita itu bagus sekali. Ada kuis Acak Kata, Kata Berhadiah, apalah itu namanya. Kita sangat gembira karena susunan kata yang diacak sangatlah mudah, sehingga yang ada hanya keberuntungan yang diuji. Ada juga sms undian bola. “Ketik reg spasi bola” . Kuis sms ini mengajak kita mengirim sms bernilai ribuan rupiah, bila perlu puluhan ribu, kirim sms sebanyak-banyaknya. Tidak mengapa, nasib kita bagus sekali sehingga perlu diundi. Kuis ini toh aman, tidak seperti memasang togel yang sekarang menjadi incaran operasi polisi. Pemerintah tidak menyatakan undian ini melanggar hukum negara. Hanya MUI dengan fatwanya (1) yang mengharamkan sms model begini. Tapi siapa peduli, nasib kita yang baik sekali itu perlu disyukuri. Ini optimisme sejati.
Penumbuhan optimisme juga ditunjukkan dengan komitmen stasiun-stasiun televisi untuk mengiklankan program sms ramalan. “Ketik reg spasi ramal”. Bukankah kita perlu mengetahui masa depan, sehingga kita bisa membuat perencanaan yang matang?. Ini bukti bahwa kita bukan bangsa yang takut untuk menyongsong masa depan, lebih dari itu kita bergairah dan sangat ingin mengetahui kita punya masa depan. Lewat sms ramalan ini juga media pertelevisian secara tak langsung mengajarkan kita untuk tawakkal pada takdir Tuhan. Ini bagus sekali, optimisme disertai tawakkal pada Tuhan.
Diacara-acara bertajuk ajang pengembangan potensi anak negeri, seperti Indonesian Idol, Mama Mia, KDI, Idola Cilik, Dangdud Mania, API, dan sejenisnya. Kita, dengan konsisten, diyakinkan bahwa kita bukanlah bangsa miskin. Kita kaya. “Untuk para pendukung Arif Rahman ketik Arif spasi Idol, kirim sms sebanyak-banyaknya ke 9900 (senyum manis)”. Bukankah ini media efektif untuk membantu optimisme bahwa kita bangsa kaya?. Apalah arti perkataan seorang Faisal Basri (2) bahwa rakyat yang miskin berjumlah 100,7 juta jiwa, 42,6 persen dari total penduduk Indonesia. Itu kan hanya angka-angka diatas kertas saja. Dengan sms ke idola kita ini, kita rakyat Indonesia bisa dengan tegas mengatakan, “kita kaya!”. Kita kaya. Kita tidak kesulitan untuk mengirim sms sebanyak-banyaknya sesuai permohonan idola kita. Biayanya toh hanya sekian ribu rupiah saja, angka yang keciil untuk orang kaya seperti kita.
Cinta
Cinta. Bagi negara majemuk yang sekarang saling mencurigai, ramuan apa yang paling ampuh selain cinta?. Cinta lah yang dapat menyelamatkan bangsa. Rasa cinta ini haruslah dipupuk dengan praktik membagi cinta, berkasih sayang, dan bertindak mesra. Karena itu, stasiun-stasiun televisi Indonesia mengakomodasi dengan sungguh semua tayangan yang mempropaganda pembagian cinta secara romantis ke lawan jenis yang disuka. Inilah kenapa ada program-program mempertemukan cinta lewat kontak cinta (kontak jodoh?), ada pula tayangan-tayangan reality show untuk anak muda yang berjuang untuk cintanya (jomblo idaman?), plus tayangan pembantaian untuk para buaya penghianat cinta (playboy kabel!), dan masih banyak reality show genre cinta dengan kemasan yang berbeda (sayang saya lupa yang lainnya).
Bila perlu rasa cinta dan prilaku penuh mesra ini dipupuk sejak usia setelah balita. Itulah kenapa televisi kita mau bersusah payah memproduksi dan menyiarkan sinetron-sinetron bertema kisah cinta anak muda. Bukan cuma untuk Mahasiswa dan anak SMA, anak SMP perlu dipupuk sense cintanya. Ini juga alasan kenapa pihak televisi tidak menyeleksi jenis lagu yang dibawakan dalam Idola Cilik dan sebagainya. Idola cilik kita itu tidak kenapa bernyanyi cinta orang dewasa, disinilah letak pembelajarnya, dari kecil sekali mereka harus belajar mencinta. Belajar diwaktu kecil seperti mengukir diatas batu, kata peribahasa.
Stasiun-stasiun televisi kita telah membuktikan mereka bisa menjadi mitra pemerintah dalam memperbaiki bangsa. Ditengah inflasi yang terus meninggi, krisis ketahanan pangan negeri, melonjaknya beban BBM dan listrik bersubsidi, pemerintah bisa sedikit bernafas lega. Alangkah terbantunya pemerintah, karena program kerasnya disokong dengan penumbuhan karakter optimisme yang penuh cinta disegenap rakyat Indonesia.
Selama ini kita sering melupakan saham perbaikan yang ditanam stasiun-stasiun televisi nasional kita. Untuk itu saya tampilkan tulisan ini. Setelah selesai membaca, saya harap, kita acungkan jempol sekali lagi untuk mereka, stasiun-stasiun televisi bangsa. Jangan jadi pemirsa tak tahu cara menghormati, itu namanya durhaka.
* Catatan kaki :
(1) Hadiah undian SMS di sini bersumber dari akumulasi hasil perolehan dari SMS, di mana tarif SMS tersebut di luar ketentuan normal. SMS berhadiah tersebut termasuk judi karena mengandung unsur mengundi nasib dengan cara mudah, pemborosan, menghambur-hamburkan uang untuk permainan yang tak jelas, membahayakan pihak lain yang menderita kekalahan, membangkitkan fantasi, ketagihan dan mental malas tak berbeda dengan judi.( http://www.antara.co.id/print/?i=1148987253 )
(2) Kutipan dari kolom Resonansi Republika yang ditulis oleh Ahmad Syafii Maarif tanggal 18 Januari 2008 :
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=320681&kat_id=19&kat_id1=&kat_id2=


wuaah… dapat jatah pertamaxx
antara optimis dan cinta?
hmmmm (berpikir dengan keras)
klo kita optimis mengejar cinta
bukan tidak mungkin cinta dapat kita raih
bener gak ya?
masalah diterima ato ditolak
itu kembali kepada individu
hehehhehee……..
ini satir yakz?|
ah…indah sekali…. ingin rasanya saya pulang dan merasakan cinta dan optimisme ini
Salam
Haa…ha… bagus bagus Pak, televisi kita memang hebat telah memstimuliasi anak2 bangsa untuk optimis dan penuh cinta sehingga nantinya bisa lahir manusia2 unggul, mumpuni nan idealis yang penuh optimisme dan cinta pada negeri. he…he…
*Kok perutku jadi mual kayak mau muntah nie*
Note: Inilah salah satu keajaiban dan keanehan negeri ini.
Tidak ada cinta di televisi mas … judulnya nyambung gak yah? atau saya yang kurang mengerti.
oh, saya koq kurang setuju cinta di komersialisasi kan.
cinta di tampilkan dalam realiti secukupnya saja, sedangkan yang lebih penting adalah ejawantah dari rasa itu (bukan rasanya sendiri).
sayang, sudah kecil dia ajarkan cinta yang seperti itu (cinta lawan jenis).padahal masih banyak cinta lain yang lebih luas,dan hakiki. misal, cinta kepada sesama (yang kekurangan), dan pastinya cinta kepada NYA.
hanya opini,
wew…. al-akh ternyata suka sekali mengamati tipi, hehe [^_^]v.
so, apa yang harus kita lakukan agar optimisme penuh cinta ini ditunjukkan dalam jalur yang benar? punya ide bro?
yakz. mantap boss
kadang kangen juga nih liat optimisme dan cinta yang disuguhkan TV kita.
mengenaskan!!
I Love U . wakakaka apa coba gak pokus banget ya aku comennya, lagi di kerjar2 bikin skripsi
harapannya semoga ke depannya lebih banyak tayangan yang mendidik , bukan membodohi dan membuat terlena
Meski daku jarang nonton TV
Tapi jelas daku senang akan sebagian kecil sajiannya
selain berita dan humor
acara yang membangkitkan sisi reliji jg suka
Aa Gym kini lama gak dijumpai di media TV
sedih jg rasanya
Ah tai yg paling aku suka saat ini selain Akhirnya Datang Juga yakni
Election Channel
optimisme dan mencinta yang semu…!!! televisi indonesia bukannya menjadikan kita optimis dan mencinta, tapi telah membunuh sebagian waktu generasi ini untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna untuk kehidupannya yang lain… yang lebih abadi….
satir yg mengena, bang…
@ R’ Kurniawan, aRul, amir, rindu : ini satire (gaya bahasa yg dipakai dl kesusastraan untuk menyatakan sindiran thd suatu keadaan atau seseorang)
@ nenyok, konco dewe, taQ : begitulah. saya juga awalnya bingung bagaimana mengkritisinya tapi sopan. cuma satire beginilah yang kepikiran.
@ trian : sepakat pak. katanya bentar lagi nikah ya? alhamdulillah, semoga jadi contoh yang baik tentang cinta terhadap lawan jenis
@ wormlord : al akh, pengamatan tipi ini dimulai di kosan pak kosasih . saya senang ama acara kick andy, our smile (atau your smile ya?), save our nation, si midun , bolang, unyil, belajar eksperimen untuk smp sma (dulu di tpi). ada juga film-film yang mengajarkan cinta sesama manusia seperti daun diatas bantal. al akh tertarik didunia pertelevisian ini? jadi bintang film gitchu?
@ landy : lup u to bro. hehehe
@ said : amin. terus berdoa kita bang.
@ achoey :
televisi ada baiknya juga loh… liat beritanya itu
hehehe
Antara Optimis dan cinta adalah suatu hal yang berbeda tetapi saling terkait. Hidup optimis dan cinta
assalamu’alaikum.
Wah, posting yang bagus…
sedikit banyak menyindir perilaku bangsa Indonesia.
bagus.. bagus
bener-bener sindiran yang halus…
satire
good jobs
*kapan yak bs bikin kek ginian juga, banyak nie kata2 bertebaran di pikiran dan ingin disampaikan (halah)
@ aRul : ia. beritanya itu
@ ghaniarasyid : mudah-mudahan kedepan saya bisa masuk ke solusi ya. sekarang nyindir dulu
@ amel xiao jie : hajar bu!
*ngga nyangka segitu hapalnya sama acara di tipi.. saya malah belum pernah denger
*
@ chic. begitulah mbak
dari kecil sudah hobby mengamati tipi
@ semua. ini visi misi stasiun-stasiun televisi Indonesia (global dan indosiar hanya ada profilnya).
bagus-bagus visinya.
setelah ngebaca visi-visi hebat inilah, tergerak membuat tulisan satire.
Visi ANTV
Menjadi stasiun TV yang berkelas dunia yang dibuat untuk Indonesia, oleh Indonesia, memberikan kepada stakeholder pelayanan terbaik dari segi kualitas, kreatifitas dan berbeda dengan stasiun TV lainnya.
Visi RCTI
Media utama hiburan dan informasi.
Menjadi pilihan utama sebagai sumber hiburan dan informasi bagi masyarakat dengan menyajikan program yang menarik dan berkualitas dimana secara bersamaan memperhatikan keseimbangan faktor bisnis dan tanggung jawab sosial sebagai media yang dominan di tanah air.
Visi Misi TPI
Visi : Paling Indonesia Pilihan Pemirsa
Misi : TPI Menyajikan Tayangan Bercitarasa Indonesia Yang Inspiratif Untuk Memajukan Masyarakat
Visi tvone
tvOne secara korporasi mempunyai visi&misi untuk mendorong kemajuan di segala lapisan : individu, kelompok, komunitas, yang pada akhirnya berdampak pada kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Profil Global TV
Tak kenal, maka… nya kenalan dong! Biar lebih seru nonton acaranya, harus kenal dulu siapa itu Global TV. Global TV, stasiun TV nasional paling seru di Indonesia, didirikan pada awal tahun 1999 dan memulai debutnya pada bulan Oktober 2001. Global TV dengan cepat mengidentifikasikan diri sebagai stasiun televisi swasta termuda di Indonesia dengan target pemirsa berjiwa muda. Global TV mengudara 24 jam non-stop dengan program-program serunya plus tontonan spesial dari MTV, dengan jangkauan siar meliputi Jabodetabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Visi & Misi Metro TV
VISION Metro TV:
To become a distinct Indonesian television station by ranking number one for its news, offering quality entertainment and lifestyle programming. Providing unique advertising opportunities and achieving loyalty with its viewers and advertisers.
MISSION:
To stimulate and promote the nation’s and country’s advancement towards a democratic atmosphere, in order to excel in global competition, with high appreciation of moral and ethic.
To add a valuable presence to the television industry by providing a new perspective, by improving the way information is presented and by offering quality entertainment alternatives.
To achieve a significant level of growth by developing and leveraging its assets, to increase the quality of life and the welfare of its employees, and to produce significant profit for its share holders.
Visi& Misi TRANSTV
Visi :
Menjadi televisi terbaik di Indonesia maupun ASEAN, memberikan hasil usaha yang positif bagi stakeholders, menyampaikan program-program berkualitas, berperilaku berdasarkan nilai-nilai moral budaya kerja yang dapat diterima oleh stakeholders serta mitra kerja, dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan masyarakat.
Misi :
Wadah gagasan dan aspirasi masyarakat untuk mencerdaskan serta mensejahterakan bangsa, memperkuat persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi.
Visi TRANS7
TRANS7 lahir sebagai sebuah stasiun swasta yang menyajikan tayangan yang mengutamakan kecerdasan, ketajaman, kehangatan penuh hiburan serta kepribadian bangsa yang membumi.
Profil Indosiar
Perseroan sejak dulu dikenal terdepan dalam menyajikan program-program produksi sendiri baik dalam bentuk drama, non drama maupun pemberitaan. Sebanyak 45% dari seluruh program yang ditayangkan Perseroan diproduksi secara in-house dan lebih dari separuhnya disiarkan secara langsung. Didukung sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman di bidangnya, Perseroan senantiasa menyajikan program-program yang tidak hanya menarik bagi pemirsa namun juga berkualitas, sehingga setiap tahunnya Perseroan memperoleh penghargaan bertaraf nasional maupun internasional. Penghargaan terkini yang diperoleh Perseroan adalah “Asian Television Awards 2005” untuk program “Misa Malam Natal” dan “The Bells – A Christmas Concert”.
satire
sulit memang ngebedain antara optimis dengan umpar mimpi kosong di televisi, yg ada hanya bayang-bayang realitas (hyperreality).
>> wah-wah, lihat jawaban untuk komennya chic, mmm….kapan2 kang arif haruz didaulat jadi pakar televisi di Indonesia, seperti faisal basri di dunia ekonomi….
bang hilman ni ada-ada aja
jangan ah.
pakar yang lain saja
========
========
KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
(Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)
========
========
rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren
Hehehe….tapi yang baca bisa keliru lho……
Saya udah tahap jenuh nonton acara tersebut…dan akhirnya kalau mau nonton jadi nonton ke TV luar, apa boleh buat…kecuali Metro TV.
diriku jarang banget nonton yv
@ bunda edratna : biarin deh bun
nanti kalau dah cukup uang perlu nonton tayangan luar, biar wawasan dibuka
@ hangga : masya ga? bagus itu. jarang ada pemuda sepertimu
indonesia kaya…sms yang tarifnya diatas normal juga ga masalah hehe
tapi klau aku, mending buat hal yang lebih penting
“…dan masih banyak reality show genre cinta dengan kemasan yang berbeda (sayang saya lupa yang lainnya).”…saya tau jawabnya bang, antara lain :
1. CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), ini acara tentang seseorang yang pernah punya cinta kemudian berpisah, dan ingin kembali merajut cinta yang pernah merka jalin. Ini juga bentuk OPTIMISME saya kira.
2. Cinta Pertama, kalo ini sama dengan CLBK, tapi khusus dengan orang-orang yang mereka anggap cinta pertamanya.
3. Mak Comblang, ini acara di mana ada orang yang ingin mengungkapkan cintanya tapi lewat perantara. si perantara ini berusaha untuk mempersatukan mereka, lagi-lagi ini bentuk OPTIMISME yang kongkrit.
4. Truk Cinta, ini juga seru, boleh dibilang sih cerdas yang punya konsep ini. Jadi ada satu orang yang pengen punya pasangan, dia adalah primadona. primadona ini milih beberapa orang yang dia pengen, tentu sesuai kriteria. Udah kaya milih-milih “BAJU BEKAS”. ga cocok, ga jadi beli.
5. Cinta Lokasi, ini juga ga kalah kerennya. Jadi gini, cewe disuruh milih satu diantara 2 pria. kalo udah milih, nanti si cowo yang dipilih tadi di sodorin cewe lagi, jadi si cowo tuh diminta untuk milih yang mana. luar biasa. Cinta diumbar.
Saya sih cuma acungin jempol buat Metro TV. selain acaranya bagus (nambah wawasan), presenter beritanya juga “bagus-bagus”.
satu lagi, dukung Kiki sebagai Idola Cilik, suaranya bagus. trus dukung Januarisman (Aris) untuk menjadi the next Indonesian Idol. Dukungan tidak harus dengan mengirimkan sms.hehehehe…
wahh.. satire..
ditunggu solusi2 briliannya
bagus bgt,ka arif..
@ marsini : benar. sekarang banyak tetangga kita yang kelaparan. kenapa tidak untuk sedekah ya? atau biaya pendidikan anak yatim.
@ zulfadlillah : nuhun bro. lengkap sekali. nampaknya penggemar setia
.
DAAI juga bagus zul. tvone makin “jelas”
@ amel : saya juga nunggu solusi-solusi brilian dari amel
hmm….
nancep!!!
nice, bro!
saya dah jarang nonton tipi nih…
lha, nongkrong terus depan komputer
ia. bunda ini kan bunda gaul
dah beres honeymoon nya bun?
btw, hiatus itu apa sih bun?
dari kmaren saya tanya di blog bunda belum dijawab lho
yach asal khan jng selalu diambil positifna dari siaran-siaran TV aplagi ttng sinetronnya….. aduh udh parah bgt menur ku lho yach…..
ya udah,,
bikin stasiun tivi aja yuk Rif,,
jangan ah. buat televisi, saya kritikus saja.
minatnya jadi pemain ditempat lain.
ada minat jadi artis ka?
(lho kok)
aaaahhh yg namanya tipi jaman sekarang mah cuma membodohkan penonton ajah…
Wah, Baru sadar nih..
ternyata media pembentukan karakter bisa lewat tivi toh..
Optimisme dan Cinta.. hmm, saya tambahin lagi deh..
“Men-Dewasa-kan..”
hehe.. karena banyak tayangan selain cinta yang efeknya mungkin membuat banyak remaja semakin cepat “dewasa”.
ya toh?? misal: sinetron-sinetron “vulgar” mungkin??
yah, sebenarnya ga ada yang “vulgar”.. tapi sedikit “mengumbar..”
yah, moga kita dapat menjaga generasi penerus kita aja..jangan sampai terlelap dari efek2 ini.. [konkritnya gmana yah??]
tanya kenapa..
hehe
klo isinya membuat hidup lebih baik dan beradab sih ok ok aj
tapi klo isinya membuat moral menjadi buruk….janganlah
pertelvisian kita banyak menyirakan acara-acara yang berisi kecemburuan sosial, fitnah dan perebutan harta.
bukanya itu bisa menjadikan penonton menjadi meniru?
semoga kedepan pertelevian kita bisa menampilkan acara yang mendidik serta dapat melestarikan budaya negri ini.
@ the loebizz: ada juga yang masih bagus mbak lubis
. tapi mayoritas si begitu itu. penuh cinta, optimisme, dan “kedewasaan” (yg terakhir menurut kamal)
@ kamal: ia. kongkritnya ini mulai dipikirin. tugas ente tuh :p (kok?)
@ arief wahyu: yup. dan budayanya budaya asli dan tidak melanggar syariat. bukan budaya-budaya “limbah” serapan luar.
sadis….
satire ga cukup rif, bikin sarkas sekalian,,, setelah itu baru kita usahakan solusi…kalau sanggup tu juga…hehe.
sarkas?
ente aja dah. kan ahli tuh.
saya ga sanggup bro. ini dah mentoq.
Hangga emank ga punya Tipi Rif…
wah kasian sekali dek hangga
btw bang joey. persita katanya batal ke Liga Super ya?
Benteng katanya ga layak pakai?
omong2 ttg Liga Super…menurut kamu, perlu ga sih Liga Super Indonesia ditayangkan di Televisi? ada siaran langsung rutin gitu… bagus ga tuh?
kalo menurutku mending ga usah deh, karena tidak mendidik untuk anak di bawah umur..banyak adegan kekerasan, brutalitas, sikap tercela & provokatif, chauvinism, SARA, ga bagus lah….hahaha
mending siaran tunda di tengah malem aja biar cuma orang dewasa yg nonton…(kalo mau tu juga)..
hehe..another satire..
memang tidak perlu ada. karena PSMS medan (kemungkinan besar sekali) tidak ikut Liga Super.
kalau bola masih belon berani dibuat satire bro. takut kaburomaktan. kemakan kata-kata sendiri
TV setiap malam aku nonton untuk menghibur diri dari kepenatan.
Tapi menjengkelkan kalau tiba tiba nimbrung iklan…he he..tap gak apa apa ding wong itu agar TV dapat hidup
sayangnya ga punya tv di kost, euy..
tapi blognya ok juga..
saya link ya!
salam kenal, arif..
Bang, saya pernah meneliti niiih, udah lama banget penelitiannya, tapi masih inget hasil pengolahan datanya. Jadi gini, waktu itu saya iseng liat sinetron, entah sinetron pa, saya lupa, lumayan bagus, ga nyampah. Tapi ada yang bikin saya kesal. Iklannya banyak dan lama banget. Akhirnya saya mencoba untuk meneliti, khusus di bidang “time study”. barangkali tema ini ga asing kedengarannya buat anda. hehehe…
peralatan penelitian waktu itu sederhana, hanya menggunakan stopwatch dan alat tulis, karena penelitian saya adalah tentang menentukan perbandingan lamanya iklan dan lamanya sinetron. metode penelitiannya pun simple. cukup nongkrong di depan tivi sambil makan cemilan lah. hehehe… tiap sinetron mulai saya itung waktunya, begitu juga dengan iklannya, sy itung juga. begitu terus sampe sinetron itu selesai.
dari hasil pengolahan data, diperoleh, durasi iklan berkisar 7.3 menit, dan durasi sinetron (diantara dua iklan) hanya berkisar 4 menit, itu artinya hampir 2:1, jika rata-rata durasi satu sinetron dalam satu hari adalah 1 jam, jadi sinetron cuma bisa diliat selama 20 menit, yang 40 menitnya adalah iklan.
dari situ saya bisa ngambil kesimpulan bahwa, sebenernya kita ga nonton sinetron, tapi NONTON IKLAN. hehehehe…jadi buat ibu-ibu yang doyan sinetron, jangan mau diboongin bu,..hehehe
aku tidak terlalu suka dengan reality show bertajuk cinta, apalagi ikutan kuiz sms berhadiah. tapi aku suka tulisan ini
Visi Misi TPI
Visi : Paling Indonesia Pilihan Pemirsa
Misi : TPI Menyajikan Tayangan Bercitarasa Indonesia Yang Inspiratif Untuk Memajukan Masyarakat
Pantesin Pocong sm dangdut mulu…
Visi Indosiar..
Pantesin jam 01.30 dinihari masih muter sinetron dubbing mulu, pantesin lg acaranya puanjang bener dr jam 18.00 s/d 24.00 cuman 1 acara..
2 stasiun ini mau gk mau harus sekilas dilihat krn, kebetulan
tipinya remotenya berkali dibanding sm sikecil Pak..
ampe males belinya..
saya melihat “cinta” dan “”optimisme” yg sama Pak.
Visi Misi TPI
Visi : Paling Indonesia Pilihan Pemirsa
Misi : TPI Menyajikan Tayangan Bercitarasa Indonesia Yang Inspiratif Untuk Memajukan Masyarakat
Pantesin Pocong sm dangdut mulu…
Visi Indosiar..
Pantesin jam 01.30 dinihari masih muter sinetron dubbing mulu, pantesin lg acaranya puanjang bener dr jam 18.00 s/d 24.00 cuman 1 acara..
2 stasiun ini mau gk mau harus sekilas dilihat krn, kebetulan
tipinya remotenya berkali dibanding sm sikecil Pak..
ampe males belinya..
saya melihat “cinta” dan “”optimisme” yg sama Pak.
sempet banget ya merhatiin tipi
hebat euy mas arif !!!
btw, hiatus apaan ???
Tanya aja ma Fini
*postingan itu emang tidak saya bales komen2nya*
Hmm…membaca sambil senyum-senyum; sembil menimbang-nimbang kadar satir penulisnya; lalu berusaha mengacungkan jempol, tapi nggak bisa-bisa, selalu mengarah ke bawah hehhe…
Lae, aku minta izin menitipkan link artikelku di blog yang ngetop ini, mengenai perempuan Batak bernama Eka Sari Lorena Soernakti :
http://tobadreams.wordpress.com/2008/05/12/orang-batak-punya-maskapai-penerbangan-lorena-air/
Mauliate
Raja Huta
@ Zul: jadiin TA zul! atau udah ya?
@ RhyzQ: jadi malu
@ trijokobs: si kecilnya nakal ya pak
(kapan saya punya anak?)
@ bunda menik: nanti saya tanyakan bun
@ tobadreams: silahkan lae.
jempolnya terkilir lae? ngacungnya kok malu-malu, pake ke bawah segala. hehehe.
http://frans-juventini-indonesia.blogspot.com/
Banyak Info Juve negh…
salah satu jagoan JI
Ko nda Nongol postingannya…
Mo kasih link info Juve Mas Bro…
Gini aja… Klik ke link Tautan di page saya saja “el Presidente JI” banyak inpoh tentang Juve di sana… selamat Browse…
TV emang sukses membentuk karakter masyarakat Indonesia..
)
plok..plok..plok… (ampe sok-sok tepuk tangan
Bukan hanya optimisme dan cinta aja,,,ampe mental pornografi pun bisa muncul di TV huffff…
Yuk, dukung entar kampanye “Hari tanpa TV” yah walaupun dampaknya kecil,,,minimal membuat masyarakat ngeh Tontonan2 TV tidak mendidik,,,
hayuk..hayuk…
kapan tuh kampanye “Hari tanpa TV” nya?
request jangan di hari adanya Kick Andy n Today’s Dialogue ya
Judulnya “Optimisme” tapi kok isinya “Sarkasme/sindiran” ya ?
Anyway, good post ;D
yang penting apapun kondisi saat ini, kita mesti optimis …. dibalik awan selalu pasti ada terang ……….
selalu menatap masa depan dengan optimis dan semangat, karena itu adalah modal dasar yang harus kita punyai dalam mengarungi kehidupan ini. Tidak ada hal lain yang utama hanya optimis, positif, dan tentunya semangat !!!!
Bicara soal cinta, saya baru saja menulis sebuah e-book terbaru yang akan merevolusi paradigma tentang dinamika sosial pria-wanita Indonesia dalam dunia romansa dan percintaan, berjudul The Secret Law of Attraction (bukan sampah new age seperti yang beredar selama ini), sekaligus kunci otomatis untuk menarik popularitas dan trafik blog Anda.
Download rahasia besar tersebut dalam e-book yang terdapat di http://www.hitmansystem.com/blog/the-secret-law-of-attraction-113.htm