Di satu waktu, lebih dari seribu tahun yang lalu. Di sebuah kota yang dimuliakan. Tersebutlah seorang manusia paling mulia, ianya kesayangan miliaran manusia. Adalah sosok paling utama, pemimpin yang terus menerus menggoncang hati dengan haru dan bangga. Ianya begitu penyayang, begitu pencinta… sepanjang hidupnya dipenuhi nasehat dan doa untuk umatnya. Tuan dan nona, inilah dia junjungan tersayang, baginda Rasulullah SAW.
Pernah di suatu waktu, lebih dari seribu tahun yang lalu, baginda meminta sahabat Abdullah bin Mas’ud untuk membacakan Al Quran. Sahabat Abdullah bin Mas’ud membacakan surah An Nisa dengan tartil dan suara indah luar biasa. Baginda diam menyimak dengan khusyu, penuh penghayatan. Tapi di akhir ayat ke 41 bacaan sahabat terhenti. “Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. An-Nisa: 41). Sahabat terhenti. Baginda tersayang menangis. Dari kedua mata baginda yang mulia, mengalir air tanda cinta pada ummatnya.
Bagaimanakah ini. Betapa sedih dan khawatir baginda pada nasib kita, umatnya. Begitu jelas dalam benak baginda, nasib sebagian umat yang kafir lagi fasik. Begitu dalam terhujam dalam hati baginda, kesedihan yang mendalam, saat baginda harus menjadi saksi di hari hisab atas keimanan dan amal perbuatan sebagian kafirin dan fasikin. Tuan dan nona, tidakkah kita khawatir termasuk pendurhaka yang mengalirkan air dari kedua mata baginda Rasulullah? Sampai hatikah kita menyakiti baginda? .
Tuan dan nona, pernah di suatu masa dikota yang diberkahi Allah dengan cahaya-Nya, baginda Rasulullah shalat tahajud lama sekali. Shalat yang panjang ini dipenuhi doa mohon pengampunan diiringi tangisan. Doa dan tangisan penuh haru, khawatir, sayang tak terhingga dari baginda untuk kita, umatnya. Shalat itu diisi satu ayat doa yang terus baginda ulang sepanjang malam. “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Maidah: 118).
Sepanjang hayatnya baginda selalu mendoakan kita dengan doa ini. Tuan dan nona, betapa besar khawatir baginda pada kita. Namun sedikit sekali kita khawatir akan menyakiti dan membuat sedih beliau.
Tuan dan nona, di akhir hayatnya, baginda didatangi oleh malaikat maut dengan wujud terbaik yang ia (malaikat maut) bisa. Karena malaikat maut datang sendiri, baginda meminta Jibril ikut bersama menyertainya. Dipanggilah Jibril yang sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh baginda. Terjadilah kisah luar biasa sepanjang sejarah manusia. Tuan dan nona, saya petikkan untuk anda:
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya baginda Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh cemas.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?”, tanya Jibril.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku”. “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii,ummatii,ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan, berakhirlah hidup manusia paling mulia, kesayangan Allah, kebanggaan manusia.
Tuan dan nona, sudahkah kita berusaha memberikan cinta yang serupa?.
Tuan dan nona, seringlah bershalawat. Sesungguhnya shalawat untuk baginda adalah bentuk penghormatan dan cinta dari kita.
Tuan dan nona, jagalah shalat wajib. Jangan pernah ditunda-tunda. Khusus tuan berjamaahlah dimesjid, jangan tidak. Tambah dengan shalat sunnah rawatib, dhuha, qiyamul lail, dan shalat sunnah lainnya. Jagalah wudhu. Semoga dengan bekal ini kita dapat berjumpa dan dijamu Rasulullah di telaganya.
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)
“Betapa ingin aku bertemu dengan saudara-saudaraku!” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?” Rasulullah menjawab: “Kamu sekalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku adalah generasi yang belum lagi muncul.” “Wahai Rasu-lullah, bagaimanakah engkau dapat mengenali suatu generasi dari umatmu yang belum lagi muncul?” tanya sahabat. Beliau menjawab: “Bagai-manakah menurutmu, bila seseorang memiliki seekor kuda yang putih kepala dan kakinya di antara kuda-kuda yang hitam legam, bukankah dia dapat mengenali kudanya?” “Tentu saja wahai Rasulullah!” jawab mereka. “Sungguh, mereka akan datang dengan warna putih bercahaya pada wajah dan tubuh mereka disebabkan air wudhu’. Dan akulah yang akan mendahului mereka tiba di telaga (Al-Kautsar)!” jawab beliau.” (HR. Muslim)
Ya Allah, berikanlah nikmat mencintai baginda Rasulullah SAW. Jadikanlah kami pengikut yang tegar mengikuti sunnah beliau. Sejukkanlah hati kami dengan mengingatnya. Kuatkanlah…rahmatilah…. jagalah… agar di hari akhir kami menjadi kebanggan Rasulullah dihadapan seluruh umat manusia.
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….
Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad….


Cinta Nabi Muhammad saw pada umatnya tak terbatas, dikala sudah ada surga yang dijanjikan, beliau masih berpikir untuk umatnya. Tulisan diatas mengingatkan kita untuk selalu mengingat beliau dan membaca shalawat.
Btw, kenapa cuma tuan dan nona….? Atau pesan di atas hanya untuk segmen tertentu?
tidak ada segmen bu.
cuma panggilan kehormatan dari saya ke pembaca kaum adam adalah tuan, yang kaum hawa adalah nona.
kalau yang nyonya bagaimana ya? ikut yang nona saja, biar kelihatan muda
. begitu juga yang duda, disamakan dengan panggilan tuan saja
ada yang punya masukan?
Saya mencintai Rasullullah… satu hal yang selalu saya impikan, yaitu bertemu dengan beliau. SEMOGA saya sanggup
postingan yg bagus
Ass.
aku ingin berjumpa dengan Rasulullah………walau pernah bertemu dalam mimpi tapi itu tidak cukup…….aku rindu beliau saw….aku rindumu Rasul……….aku ingin bertetangga denganmu di Surga.
Ya Allah aturlah caranya Ya Allah….hamba ingin bertermu Rasul-MU.
salam kenal kawan.
dengan petikkan yang mas Arif berikan, semoga semakin membuka mata hati kita-khususnya saya bahwa betapa Agung dan Mulianya hati junjungan kita Baginda Rasulullah, dalam detik terakhir hidupnya masih saja memikirkan umatnya :
“Ummatii,ummatii,ummatiii”
Sholawat dan Salam untukmu ya Rasulullah SAW
@ Rindu: semoga kita sanggup mbak.
@ masmoemoet:
@ alex : salam kenal. antum pernah bertemu di mimpi? subhanallah.
@ desmeli: Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad.
ah saya belum bisa menjadi muslimah yang sesuai dengan harapan Rasul
cinta hakiki emang cuman kepada Allah dan Rasul
semoga kita semua mencintai rasul ikhlas karena Rido dari Nya
Horas Lae, aku singgah hanya ingin menyapa dan sekalian menitipkan link postinganku :
http://tobadreams.wordpress.com/2008/05/14/kajian-antropologi-orang-mandailing-adalah-etnis-batak/
Mauliate
Horas
Raja Huta
aku cinta Rasul…
jadi inget nasyid tentang Rasulullah….
……………………………….”Ya Rasulullah…aku rindu padamu”
Subhanallah
aka amatlah pantas jikalau kita amat mencintainya
karena begitulah seharusnya
allahumma shalli alaa muhammad…
jd inget saat2 terakhir nabi Muhammad..
bener2 bikin sedih..
Salam
Ga tahu mesti bilang apa, tapi subhanalloh terimakasih serasa diingatkan, jikalau kekasih Alloh saja begitu sakit menjelang maut lalu bagaimana dengan daku manusia biasa berlumur dosa, Masya Alloh. sekali lagi trims semoga Alloh membalas kebaikan saudara.
berlinang air mataku membaca tulisan ini…. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://agama.infogue.com/cinta_rasulullah
Shalawat berkumandang… Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad…
mari kita selalu mengumandangkan shalawat atas nabi kita, baginda kita Muhammad saw.
hatur nuhun parantos ngaemutan abdi supados emut ka kanjeng nabi unggal dinten unggal waktos. kanjeng nabi teh kedah jadi the real idol keur sadaya umat muslim, hayu urang sarerea berjuang neruskeun perjuangan kanjeng nabi.
@ wennyaulia : terus berusaha mbak
. insyaAllah Rasulullah akan bangga dengan perjuangan umatnya.
@ aRul :
@ hangga : amin
@ Raja Huta : sok atuh lae.
@ RhyzQ : saya juga…
@ shaffiyah :
@ achoey : begitulah kang seharusnya. mudah-mudahan bisa.
@ oRiDo : Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad
@ nenyonk : amin ya Allah
@ amaliasolicha : Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad
@ asuna17 : makasih mbak asuna. artikel ini dimasukin infogue.com. saya daftar ah
@ JoEy D Juve : Allahumma shalli ‘alaa sayyidiinaa Muhammad. Udah mau momong nih bang
zul : artinya apa tuh bos. roaming. pembaca kan dari berbagai suku bangsa. sayapun kaga ngerti
Semoga Allah membimbing kita untuk menjadi umat yang diharapkan oleh Rasulullah SAW dan para Shahabat RA
Semoga Allah menjadikan kita pecinta RasulNya, serta menjadikan kita bagian dari penduduk syurga, karena gairah cinta kita mewujud dalam keseharian dan berhiaskan akhlaq karimah… Allahumma sholli ‘ala muhammad…
@ nexlaip dan ibtasim : Amin ya Rahim
Kita semua harus menjadi “Al Ulama warisatul Anbiya” yaitu Ulama pewaris nabi sehingga kecintaan kita kepada nabi bisa tersalurkan, salam
Kita harus menemukan Ulama pewaris Nabi
Jadi Inget cerita seorang Ibu waktu di masjid Nabawi
Sehabis sholat maghrib Saat menunggu sholat Isya
seorang ibu bertanya..”kau cium bau wangi seperti di depan makam nabi?”, “tidak” jawab yang lain, si ibu bertanya pada jamaah di belakang dan didepannya dan tidak seorangpun mencium bau wangi seperti di depan makam nabi, tapi si ibu mengatakan bau itu tajam sekali dihidungnya, selepas adzan isya wangi itu baru hilang..
sesampainya di penginapan si Ibu bertanya pada ustad pembimbing haji…dan subhanallah…ternyata ustad berkata kalo si ibu tadi adalah orang pilihan yang sering bersholawat selama hidupnya dan memiliki kecintaan luar biasa pada Rasulullah…
@ sufimuda : sepakat bang
@ metaluv : ibu dalam cerita itu, ibu metaluv?
Ass…
yah, aku juga seseorang yang sangat mengagumi Rasulullah. Bahkan waktu kecil aku sempet berkhayal ketemu dia. hehe..
oia, makasih udah numpang pengumuman di blog aku..
seneng banget bisa di kunjungin anda…
sekali lagi makasih,,,
Semoga sholawat serta salam tercurah kepada baginda rasulullah, kepada para shohabat rhum, beserta para pengikutnya yang setia.. aminnnn
Tiba-tiba ingin kesini lagi …