Syukur
Subsidi BBM dikurangi. Harga-harga barang kebutuhan pokok naik. Bagi sebagian kalangan ini hal biasa. Perbedaan hanya terjadi di satu dua hari, jalanan menjadi lengang , supir angkot mogok minta kenaikan tarif. Terjadi perubahan di headline berita bulan ini, Al Amin dan korupsi menjadi BLT dan BBM dikurangi subsidi. Lain tidak.
Mungkin kita termasuk didalamnya. Saya dan saudara yang membaca. Keadaan seperti ini jangan ditanggapi dengan polos saja, tidak peduli. Atau malah mencela. Mencela pemerintah yang dinilai tak serius berusaha. Faktanya pemerintah sudah berbuat dengan niat dan daya yang dimilikinya. Kecewa? Boleh saja, tapi hentikan mencela. Pemerintah sudah berusaha, dan mereka akan bertanggung jawab di hari akhir dengan apa yang diusahakannya.
Bagi saya, saat ini justru yang terpenting adalah mengkritisi diri kita sendiri. Kontibusi kebaikan dan solusi apa yang sudah kita beri? Sesungguhnya saat ini Allah sedang menguji dengan harta yang ada di tangan kita. Seberapa syukur kita terhadapnya.
Apakah perubahan harga BBM ini membuka kesadaran pada nikmat kelapangan rizki dari Allah? Meningkatkan kehati-hatian dalam membelanjakan harta? Memperbesar kualitas pendermaan harta di jalan Allah?
Imam Al Ghazali mengatakan:
“Hakikat syukur adalah engkau mengetahui tidak ada pemberi nikmat selain Allah. Engkau mengetahui mengetahui dengan rinci nikmat-nikmat Nya kepadamu, baik yang ada pada jiwa, raga, dan segala hal yang memenuhi kebutuhan hidupmu. Kemudian engkau giat berbuat kebaikan dalam rangka mensyukuri nikmat-Nya” .
Beliau menambahkan:
Bersyukur adalah mempergunakan nikmat Allah dijalan yang sudah ditentukan oleh Nya. Misalnya, seorang raja mengirim seekor kuda dengan segenap perbekalan yang dibutuhkannya kepada pelayannya agar ia mengendarainya menemui sang raja. Jika pelayan itu mengendarai kuda tersebut dan berjalan menuju sang raja, berarti ia telah memanfaatkan kuda itu sesuai dengan motif kuda itu dikirimkan kepadanya. Tapi jika pelayan itu menungganginya menjauh dari sang raja, bahkan kabur darinya, maka berarti ia mengingingkari nikmat sang raja.
Harta adalah “kuda” yang dikirim oleh Allah kepada hambaNya, untuk dikendarai mendekati Nya. Kemana “kuda” itu ditunggangi? Marilah kita perhatikan ayat tentang zakat berikut ini :
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (QS Al Bayyinah : 5)
Kita perhatikan juga perintah Allah untuk memberikan sedekah:
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (QS Ibrahim: 31)
Kita simak sabda Rasulullah tentang perintah saling memberi diantara tetangga:
Dari Abu Zar r.a., katanya: “Rasulullah SAW bersabda: “Hai Abu Zar, jikalau engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan saling berjanjilah dengan tetangga-tetanggamu – untuk saling beri-memberikan.” (Riwayat Muslim)
Sekarang sudaraku, berikan kesempatan satu dua menit pada hati kita, untuk diam sejenak. Renungkanlah firman Allah dan sabda Rasulullah. Yang lalai….inilah titik balik kita. Yang amanah, inilah batu loncatan menuju derajat yang lebih mulia.
“Kemudian engkau giat berbuat kebaikan dalam rangka mensyukuri nikmat-Nya”
Sabar
Subsidi BBM dikurangi. Harga-harga barang kebutuhan pokok naik. Bagi sebagian kalangan ini merupakan musibah yang amat sangat. Bagi mereka, keadaan ini bukan keadaan yang membingungkan, tidak seperti pertentangan wacana teori antar para ekonom oposisi dengan para mentri. Bukan pula kecaman dan jilatan penuh bisa antar politisi.
Bagi saudaraku yang miskin keadaan sangat jelas, harga-harga melambung tinggi. Dampaknya sangat gamblang, cicilan SPP anak ditunggak sebulan lagi. Jam lembur proyek bangunan harus ditambah dua jam, sampai malam hari. Menu telur dadar kecap manis, harus direlakan berganti tempe plus secolek sambal terasi.
Bagi saudara-saudaraku, keadaan ini adalah suatu keniscayaan yang akan dihadapi. Allah pasti akan memberikan cobaan:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan…” (QS Al Baqarah 155)
Kondisi saudaraku yang kekurangan harta ditengah naiknya harga-harga adalah cobaan. Keadaan ini, sesulit apapun bukanlah akhir segalanya. Semua cobaan ini tidaklah sia-sia. Allah menjanjikan pembalasan bagi setiap keadaan dan amal perbuatan dalam menanggapinya. Sampai sekecil zarrah sekalipun :
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS Al Zalzalah: 7)
Ayat ini dipegang kuat-kuat. Jangan tidak. Dalam kesedihan dan kesulitan yang amat sangat, selalu percaya bahwa Allah selalu memperhatikan kita. Dalam ikhtiar, ada balasan. Dalam kesabaran, ada balasan.
Keadaan sulit begini tidak akan membuat saudaraku menjadi seorang pemarah dan pencela. Saudaraku mengerti benar bahwa marah-marah dan mencela tak ada guna. Saudaraku akan tetap dengan kesabarannya. Ali bin Abi Thalib RA berkata:
“Wahai Fulan, jika engkau bersabar maka ketetapan itu tetap berlaku padamu dan bagimu pahala. Tetapi jika kamu tidak bersabar maka ketetapan itu tetap berlaku atasmu dan bagimu dosa”
Saudara-saudaraku meminta pertolongan dengan shalat dan sabar.
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al Baqarah: 153)
Kesabaran sudara-saudaraku adalah ladang pahala yang tidak terbatas. Tidak terbatas.
“…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS Az Zumar: 31)
Bagi saudaraku, cobaan kesulitan harta ditengah naiknya harga dihadapai dengan sebuah kalimat tauhid penuh ikhlas. “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Bagi sudaraku sabar inilah harta paling mulia. Sabar inilah yang mengantarkan pada keberkatan yang sempurna dan rahmat Allah SWT.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Baqarah 155-157).
Saudara-saudaraku adalah orang-orang yang sabar. Dengannya mereka menjadi mulia. Dengannya mereka masuk surga.
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera” (QS Al Insaan: 12)
“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya” (QS Al Furqaan: 75).
Saudara-saudaraku yang bersabar adalah orang yang mulia. Saudara-saudaraku yang bersabar adalah ahli surga.
*Sumber tulisan: Al Quran, Kumpulan Hadist, Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali, Sabar karya DR. Yusuf Qaradhawi.


nah.
tapi yg ada (kebanyakan) sekarang, rakyat disuruh berhemat, sedangkan yang di atas sono ga mau hemat. minimal dengan nurunin gaji. ato tidak pake fasilitas negara. gimana negara tidak hemat kalo pemimpinnya tidak kasih contoh?
Syukur dan sabar…
Menikmati dan memanfaatkan sebaik-baiknya apa yg kita miliki..
Bersabar dalam menghadapi apapun yg terjadi…
Satu lagi rif…
Kita juga harus terus berusaha dan belajar untuk IKHLAS… Soale, kalo gak ikhlas, jadinya ngebatin, trus jadi gak sabaran, abis itu malah jadi mensyukuri nikmat..
Hmmm.. iya gak?
ralat…
“..abis itu malah jadi mensyukuri nikmat..”
harusnya
..abis itu malah jadi GAK mensyukuri nikmat..
memang sih syukur dan sabar salah satu senjata kita, tapi kalau melihat contoh orang2 diatas kita kayak begitu gaya hidupnya siapa yang tahan…
Semoga ALLAH menyadarkan para pemimpin kita…
@ siegfried :
tagihan janji dan anjuran hemat untuk bos-bos diatas saya ulas disini dix :
http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/05/16/janji-dan-hemat-pak-sby/
@ mona :
ikhlas. amin.
@ indra 1082 :
amin. kita doakan bang.
kalau masih sama? kita yang gantikan.
mari berhemat.
Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu… ini saya patri dalam jiwa saya
> Bagi saya, saat ini justru yang terpenting adalah mengkritisi diri kita sendiri. Kontibusi kebaikan dan solusi apa yang sudah kita beri?
Dengan mengkritisi pemerintah mgkn juga adalah suatu bentuk kontribusi dan solusi seseorang ^_^ (yang menilai harga suatu kontribusi adalah org yg merasakan atau tentunya Allah)
dan yang merasakan dampaknya mungkin saja pemerintah atau rakyat kecil yg merasa senang krn didukung walaupun mgkn hasilnya wallahualam
orangygjgmasihblmmelakukanapa-apa^_^
Setuju.
Tapi mungkin perlu juga dilakukan kajian, apakah para pemimpin kita sudah benar-benar menjalankan amanahnya sebagai khalifah fil ‘ard ? Bukankah teladan luar biasa telah ditunjukkan khalifah Umar dengan memanggul beras untuk warga yang kekurangan?
Intinya, semoga kita semua makin dekat kepada Allah karena Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun…
Salam.
intinya, banyak2 berdoa aja…
dari pagi ke pagi lagi, siapa tw aja titik terang dari ini semua
**iya loh ngomong apaan yak
@ rindu:
saya berusaha mbak. mohon doanya.
@ fitrasani:
benar kritisi perlu. bagi saya intinya tetap: kontribusi kebaikan kita apa?
mbak fitra mah sudah banyak melakukan apa-apa. dikampus sudah terkenal keaktifisannya
@akmalhasan:
sepertinya belum pak. bagi saya intinya tetap: kontribusi kebaikan kita apa?
amin ya Allah.
@okta sihotang:
luar biasa doanya bang okta. dari pagi ke pagi
Aku nitip ide nih Lae, supaya pemborosan sms buat acara idol-idolan itu dikurangi; kalau perlu nggak usah diikuti. Soalnya, menurut dugaanku, pesertanya justru kebanyakan pelajar dan mahasiswa kalangan miskin.
kalau memang sudah punya kemampuan “membuang” Rp 2.000 sampai Rp 5.000 tanpa sayang; lebih baik kasih pengemis atau orang2 susah yang terdekat. Jangan memperkaya industri televisi dan mereka-mereka yang dengan halus merampok uang orang miskin.
terima kasih
Salam Merdeka
“KAU PIKIR UNTUK APA ALLAH MENCERITAKAN FIRAUN DALAM ALQURAN? SUPAYA ENGKAU DAPAT MEMBASMI FIRAUN DI ZAMANMU!”
salam dari medan
nirwan
Tadi khatib Jumat bilang:
D”i Palestina, untuk membayar gaji pegawai negeri, Ismail Haniya menjual perabot rumah tangganya.
Begitulah teladan dari seorang pemimpin negeri.”
@ Robert Manurung:
benar lae. acara-acara begono harus ditumpas.
@ nirwan:
mana Fir’aunnya bang? keliatan dari Medan?
Ikhlas…
selalu ada cara lain untuk mensiasati semua ini
serba susyah yaks…
Naik yooo wisss… Paling banter rajin puasa senin kamis…
kasian amat anak ku nanti lahir di masa makin sulit
@ Menik
benar bun. selalu ada jalan keluarnya.
@ Abeeayang:
@ Joey D’Juve:
ngebaca komen bang Joey, jadi inget lagu Galang Rambu Anarki.
Yup.. tetep kudu syukur bagaimanapun juga
MAKAN ORA MAKAN, YANG PENTING NGUMPUL, YO KITA NGUMPUL, DI BLOG SIAPA YA NGUMPULNYA ? SALAM DARI BANDUNG.
yakinlah kita kan jadi pemenang
atas segala ujian
AYO LAH KITA MERAMEKAN KOMUNITAS “Axxyc.com”
(Komunitas Indo, ngak perlu register)
@ azaxs :
kudu bang
@ udabdmarko:
kopdar bandung?
@ achoey:
siap bang!
@ indocoolz:
?
artikelnya lumayan menyejukkan ditengah gerahnya akibat kenaikan harga2 ….
salam kenal pak
Indahnya jika kita [saya] bisa ikhlas [satu hal yg mesti sering diingat] menjalani hidup ini yang senantiasa dipenuhi beragam pernak pernik suka dan duka.
Semoga setiap kesempatan sekecil apapun yg diberikan-Nya menjadi ladang amal bagi kita..amin.
Jazakallah akhi.
Kalau saya…. memang memilih untuk tidak mencela pemerintah tapi saya juga tidak mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan hal yang maksimal karena memang banyak hal2 yang belum dioptimalkan oleh pemerintah yang mungkin sanggup untuk menutupi sebagian subsidi BBM, seperti kebocoran2 di perusahaan2 minyak serta sistem pendistribusiannya, kebocoran2 di instansi2 pemerintah lainnya ataupun penghematan2 energi di kantor2 pemerintah yang saya lihat memang masih banyak borosnya. Saya yakin jikalau itu semua dapat dilakukan secara optimal, dapat menutupi sebagian subsidi BBM yang selama ini dikeluarkan pemerintah.
Namun tentu saja saya tidak akan mengecam pemerintah karena kecaman, apalagi dengan kata2 kasar tidak akan menyelesaikan masalah hanya akan menambah kemudharatan diri saja. Namun tentu saya juga tidak akan tinggal diam kalau terjadi “kebathilan”, minimal saya dan kita harus bisa mengkritisi pemerintah dan mengusulkan suggestion yang baik atau paling sedikit menunjukkan kelemahan2 pemerintah yang selama ini diperbuat. Dan menurut saya justru wajib untuk mengkoreksi sebuah “kebathilan” dan saya yakin banyak juga ayat2 dalam Al-Qurân yang mendukung hal tersebut (saya lagi malas mencarinya… hehehe…..) dan tidak hanya sekedar berdiam diri di balik kata2 sabar. Namun tentu semuanya harus disampaikan dalam kata2 yang santun tapi tegas dan tidak semata2 hanya mencela…..
Salam kenal kembali.
dilematis memang…
tp denger2 dari temen, mhs juga dapet BLT yak?? bener ga ya? hmm..bukan suuzhon namun smoga sj itu bukan aksi preventif pemerintah untuk menutup mulut mhs… *smoga
*
Nyes…!!!!
Di tengah riuh yang sedang mengemuka….
Di tengah kegamangan yang menghimpit….
seorang teman selalu menghibur dirinya dengan lantang mengatakan kepada potensi ‘kesabarannya’: “Wahai ‘kesabaranku’ aku akan bersabar sampai kamu tahu bahwa aku bersabar kepada apapun yang lebih pahit sekalipun dari jalan ‘kesabaran’ itu”
Sebuah pernyataan luar biasa yang tentu saja tidak sembarang orang dapat merealisasikannya…
Semoga kita termasuk bagian orang-orang yang Allah janjikan kemenangan dunia akhirat……. dikarenakan energi sabar yang selalu kita upayakan tersuplay dengan terus meyakini semua ketentuanNya!!! Amin.
yup, sabar dan ikhlas adalah kunci menghadapi cobaan.
salam
Selama nyawa masih menggenap raga Alloh ga akan meninggalkan makhluk-Nya dari rizki-Nya. Amin
yup bersyukur itu wajib bagi orang beriman…
Hmmm, waktu kabar BBM mau naik, bapak saya bilang gini kesaya :
“Makanya kamu harus belajar yang bener, harus pinter!”
lama g keliatan, rif..
)
(ge ge ge.. sapa yang ngilang, ya?
mampiirrrrr….
banyak ketinggalan niy..
kenaikan BBM? memang harus mencoba melihat dari berbagai sudut klo mau menyikapinya, ya?
intinya cuma yakin dengan ayat ini :
fainnama’al ‘usri yusro
innama’al ‘usri yusro
innallaha ma’ashobiriin..
btw, setuju bgt deh ma arif…
ini emang bisa jadi ujian Allah, seberapa bersyukur n sabarnya kita menghadapi ini..
eh, samfahnya jatuh, rif..
jadi nyamfah deh,,,
*
*padahal cuma mo hattrick
@ aero :
alhamdulillah. salam kenal juga om
@ Rozy :
ia bang. amin ya Allah. waiyyakum.
@ Yari NK :
sepakat kang. harus kritis dan selalu mengkoreksi pemerintah bila dianggap salah melangkah.
@ amaliasolicha :
bener mbak. mudah-mudahan ngga mempengaruhi kekritisan, daya analisis dan semangat membela rakyat
@ TaQ:
Jazakallah akhi
@ RhyzQ:
sepakat bang.
@ nenyok:
ya. tinggal kita jemput saja.
@ hanggadamai:
bersyukur dan bersabar ciri-ciri orang mukmin.
@ rifqifajri :
…. dan harus lulus tahun ini
@ presty :
34 : siapa ya?
35 : presty makin alim
36 : ia. mudah-mudahan bersyukur dan bersabar.
37 : harus beliin presty tong sampah keliling ya. biar sampahnya dibawa terus
Hari ini saya belajar sabar lagi bang …
salut mbak.
Tulisan sampean seperti air hujan ditengah musim kering mas. Beruntunglah kita-kita yang masih mempunyai Islam yah.
syukur bbm naiknya g’ sampe 100%
wah… keren tulisannya mas… mungkin tulisan ini harus dibaca ama para mahasiwa2 yang lagi demo de… demo boleh saja, tapi jangan anarkis…
Salam,
Saya jadi inget kata Sayidina Ali RA, kesabaran itu ada dua macam: Sabar atas sesuatu yang tidak kauingini, dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kauingini.
Sabar atas sesuatu yang tidak kauingini, pas sekali dengan kondisi saat ini.
Benar. Karena apapun ceritanya, jika rakyat terlalu memanjakan diri pada pemerintahan (meskipun jarang pemerintah peduli), maka nggak ada yang akan berubah. Atau celakanya, terlalu menghambakan diri pada materi, sehingga kejadian seperti di Serang dimana masyarakat dilecehkan dengan uang yang dibuang dari helikopter oleh orang yang mengaku berprofesi motivator, membuat saya sebagai WNI merasa malu sendiri.
Cuma, Bang, instropeksi diri itu tidak hanya dan hanya rakyat saja. Kita memiliki orang-orang di pemerintahan yang lebih tidak tahu diri daripada rakyat negeri ini.
Sementara situasi di akar rumput makin diperparah dengan kemiskinan dan pemiskinan oleh neokapitalisme melalui pemaksaan-pemaksaan negara luar, pemimpin2 kita malah menumpuk harta dan mengejar duniawiyah seakan-akan bakal hidup selamanya.
*sigh*
Ah, ini yang bagus. Semoga banyak yang membacalah tulisan ini. Saya miris sendiri melihat – sebut saja – anak-anak muda yang foya-foya dan terbina menjadi konsumen fanatik, sementara kesenjangan sosial nampak dimana-mana.
Good post!
NB: Salam kenal. Dan, terimakasih sudah mampir ke tempat saya, Bang
sebagus apapun kontribusi yang kita berikan untuk negara terasa percuma kalau jajaran atasnya masih mementingkan diri sendiri
Menurut saya soal BBM perlu dikritisi terus, masalah naik bisa jadi memang itu jalan terakhir yg harus dilakukan. Tapi dengan terus mengkritisi maka ini bisa menjadi pelajaran bagi mereka yg akan memerintah di masa yg akan datang, bahwa mereka harus punya strategi energi jangka panjang yg jelas, peningkatan produksi minyak dst….
Analoginya pemerintah saat ini seperi seorang kepala rumah tangga yg minta agar istri dan anak perempuannya menjual perhiasan terakhir mereka dg alasan harga2 tiba2 melonjak, ini mahal itu mahal, akan tetapi sebelumnya sang kepala rumah tangga ini malas bekerja, mabuk-mabukan dan suka judi dan tidak memberikan kesan kalau dia sudah bekerja sungguh2.
Ah…, mungkin aku berlebihan
Salam dari pinggiran
Bang Arif,,
makin enak dibaca tulisan2nya,,
syukur,, the fastest way to happiness,,
kabar2i klo ke bandung lagi,,
ngobrol2lah kita.. : )
syukur, sabar dan tawakal adalah tiga kunci yang penting dalam menyikapai kondisi saat ini, betul gak
numpang lewat bang,
aye supakat aje. syukur dan sabar itu refleksinya bisa beragam yang pada intinya menikmati setiap keputusan Allah SWT dengan lapang dada.
persoalan kenaikan harga BBM, kita boleh bersikap syukur dan sabar yang penekanannya pada diri kita (inself). namun, untuk ke luar diri kita, kita kudu tetep berjuang meolak kenaikan harga BBM. Karena diluar diri kita banyak sekali orang-orang yang menderita akibat kenaikan harga BBM ini. Selain itu kenaikan harga BBM merupakan kebijakan yang timpang juga, pemerintah kita belom bisa adil.
jadi selain sikap sabar dan syukur, kite juga kudu ngingetin pemerintah untuk bisa bersikap adil ama rakyatnya.
BLT dan BKM itu sudah kewajiban jika merujuk UUD 1945. Kalaulah itu jadi alasan untuk menaikkan harga BBM itu kurang tepat.
Tidak ada kebijakan yang mendukung, misal penghematan BBM. Contoh, pembatasan jumlah pembelian mobil. Atau pembebanan pajak yang lebih tinggi setiap pembelian mobil kedua, ketiga dsb.
Kalau sudah seperti itu aye kira kebijakan menaikkan harga BBM akan sangat kecil berpengaruh bagi kehidupan masyarakat kite. tidak seperti sekarang yang bikin bingung emak-bapak ditambah biaya anak-anak yang mau masuk sekolah atau kuliahan.
begitu bang Arif Rahman Lubis, tanpa mengurangi rasa hormat dan makna syukur dan sabar.
menjawab komentar abang di “In Action 2008″:
insya Allah kite ketemu di Indonesia 2012 dengan misi dan peranan kite masing-masing.
terima kasih atas kunjungan dan blogroll aye sidebar abang.
salamhangat
Zenk di Belanda
@ temukul : makasih bang. doakan agar terus lebih baik.
@ zhoel chaniago :
@ ashardi : ya, jangan anarkis.
@ gajarkurus : yap.
@ alex : komen dan ulasan bang alex dalem
@ EURO2008 : untuk kita tidak percuma bang. kan ada balasan kebaikan di akhirat
@ coretanpinggir : sepakat. sabar dan syukur harus. kontibusi kebaikan harus. kritis juga harus.
harapan saya, tulisan ini, mengingatkan kita untuk tidak “sekedar” kritis, tapi juga membawa aplikasi syukur kedalam amal kebaikan yang nyata. untuk yang miskin dan terkena dampak hebat, menjadi sedikit penguat ditengah dahaga. agar tetap berpegang teguh pada tali agama Allah.
@ leonardo : aku insyaAllah tgl 14 Juni ini di Bandung do.
@ Darmawan : ditambah ama ikhtiar bang
@ bangzenk : sepakat bang (sama dengan komentar untuk coretan pinggir).
abang dan saya (juga pembaca lain) harus terus memperbesar kapasitas diri. agar menjadi “generasi pengganti”.
Horror…….
mungkin kata itulah yang agak tepat untuk menggambarkan kondisi indonesia saat ini, harga minyak dunia yang sempat menyentuh 131 dollar/barel seakan memukul semua sendi-sendi di negri ini, pemerintah boleh dikatakan sudah tawakal penuh untuk menaikkan harga BBM, namun yang sangat disayangkan adalah masih ada opsi lain yang lebih tepat untuk bisa diambil pemerintah, yaitu nasionalisasi aset-aset strategis nasional, sudah bukan rahasia umum lagi bahwasanya 80% dari produksi minyak di negri ini sudah dikuasai oleh asing sedangkan 70% dari perusahaan asing yang beroperasi di lahan minyak indonesia adalah perusahaan amerika, sehingga boleh jadi akibat harga minyak yang meroket seperti saat ini yang menikmatinya adalah amerika beserta sekutu-sekutunya. selain opsi nasionalisasi aset nasional yang perlu digalakkan pemerintah adalah gerakan penghematan nasional, bukan hanya pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat indonesia. dan yang lebih penting dari itu semua adalah seharusnya kita sadar bahwasanya semua musibah yang terus menerus menerpa kita tidak lain dan tidak bukan karena kita sedang di uji Oleh Allah SWT, namun ujian yang kita terima tidak serta merta membuat kita untuk menyerah pasrah terhadap cobaan ini, tetapi membuat kita semakin terpacu untuk menjadi lebih baik lagi.
pokoknya damai lah….
*nyari rubrik OOT*
humm riff…betull!!
kita harus mengkritik diri sendiri
tapi ngritik pemerintah ya…sebagai masukan…
*sok tau*
krn pengen indonesia lebih cerah di masa depan
riff…bikin page OOT dunkz…