Allah menghendaki agar hambaNya selalu memperbaiki diri. Hari ini lebih baik dari kemarin, esok lebih baik dari hari ini. Dan salah satu sarana yang baik untuk memperbaiki diri adalah kritikan. Inilah salah satu kebaikan dari perintah saling mengingatkan dalam kebenaran.
Jika berposisi sebagai pengkritik. Perhatikanlah terlebih dahulu diri ini. Kita berusaha agar kritikan yang kita tujukan ke orang lain tidak kembali menikam diri kita. Orang-orang tua kita yang bijak mengingatkan lewat pribahasa yang masyhur ”Kuman diujung lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak”. Dalam Al Quran lebih tegas lagi, Allah berfirman :
”Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS As Shaff : 2-3).
Jadi sebelum mengkritik orang lain, kritiklah diri kita dengan sejujurnya.
Selain itu, masih sebagai pengkritik, hendaknya menjauhkan perasaan bahwa diri ini lebih baik dari yang dikritik. Jika tidak berhati-hati kita hanya akan menjadi orang yang sekedar melaknat, mengkritik karena melecehkan, merasa memiliki kehebatan dan kesucian. Jika begini, bukan pahala kebaikan yang kita dapat, tapi dosa dan kejelekan karena bersikap sombong dan memperturutkan kemarahan.
Bagaimana untuk jika diri ini yang dikritik?. Terkadang, diri ini sulit menerima kritikan, dengan pembenaran bahwa yang mengkritik tidak lebih baik dari yang dikritik. Hal ini dijelaskan dengan sangat baik oleh Imam Al Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin: ”Akan tetapi biasanya kita justru menyibukkan diri dengan mencari-cari jawaban untuk menunjukkan kepada orang itu bahwa ia sendiri yang menyandang cacat-cacat seperti itu”. Lanjutnya ”Sikap permusuhan seperti itu pasti menghalangi kita daripada memanfaatkan nasehatnya”.
Hal kedua yang perlu kita camkan adalah pengorbanan yang diberikan oleh sahabat saat mengkritik kita. Beliau yang memberanikan diri mengkritik kita adalah orang yang rela mengorbankan rasa tidak enak yang mungkin muncul, semata-mata hanya untuk membuat kita lebih baik. Tepatlah apa sebuah perkataan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib: “Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu membenarkanmu. Tetapi sahabat terbaik adalah yang membuat kamu benar”.
Akhirnya, tidak bisa tidak. Saya harus memohon maaf kepada pihak-pihak yang pernah saya kritik sebagai buah kesal, marah atau kesombongan. Dan saya ingin mengatakan kepada anda semua ”Terimakasih telah mengorbankan diri untuk megkritik, membantu memperbaiki diri ini. Semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih baik”


Iya,,iya,, Terima kasih kembali.
saya juga pernah punya pengalaman dikritik sahabat,
tapi saya salut dengan keberaniannya…
senantiasa siapkan diri kita untuk berlapang dada atas sebuah kritikan…
mungkin kritik yang membangun tidak untuk menjatuhkan yang kita harus sampaikan…
tapi tergantung lagi situasinya sih
Salam
dkritik dan mengkritik yang penting melakukan dan menyikapinya secara dewasa dan bijak *sok bijak* eniwei saya sendiri suka melakukan dua2nya berharap semoga motifnya ikhlas bukan karena sombong dan sejenisnya, bukan begitu kang?
Setiap bentuk tesa akan mengundang antitesa
Anggaplah kritik itu sebagai rekan sparring partner yang amat dibutuhkan dalam proses pengkayaan kehidupan inte-lektual.
Saya suka kritik… apalagi kritik singkong… hehehe
Jangan sungkan untuk mengkritik saya akh… serius deh, saya malah nggak enak hati klo ada uneg2 dari orang tapi nggak diungkapkan ke saya…
tapi kadang qt selalu salah dalam menanggapi kritikan orang
Nah… kita memang perlu sekali mempejari manajemen kritik itu…
hmmmm….tulisannya dahsyat, terutama kutipan suratnya…saya jadi malu….
salam kenal..
tulisan2mu bagus…
bisa jadi penyeimbang proses berfikir daku..he2..
aku add linknya yah….
amin kang…..
benar kang….kadang diri ini terlalu sombong untuk tidak menerima kelemahan diri ini….
allah memang selalu membalas semua perbuatan hambanya kok, baik itu salah maupun benar …. hanaya balasannya aja yang berbeda
setuju bang..
kadang kita memang susah/tidak mau menerima kekurangan yg ada di diri kita, apalgi kalau itu berasal dari kritik orang lain..
semoga kita termasuk orang yang berintropeksi..
salam
bener banget..
orang besar adalah orang yang mau menerima kritik dan menjadikannya saran perbaikan diri..
saya jadi malu jika melihat ke diri sendiri yang kadang-kadang mengacuhkan kritik dr orng laen..
kririk harusnya di kemas dalam bentuk yang tidak menggurui sehingga sekalian menasehati diri sendiri..tul ga..
btw sesekali kritik donk he.he..lam kenal
ini bener khan blog nya pak arif rahman ??? kayaknya banyak nyang berubah
sampe pangling nich , saya no kritik ajalah for today
yah keritik tu khan konsepnya sebagai cermin diri, jadi ndak perlu emosi dan kebakaran jenggot,,,( tapi boleh ndak yah kritik ama tuhan..hhee…)
ada yang mengkritik berarti ada yang sayang sama kita akhi…kalo saya lebih suka kritik dilihat sebagai nasihat…penting memang saling menasehati itu…jelas sudah tersurat di QS. Al ‘ashr : 1-3.
so ente jangan lupa untuk mengkritik saya yah…
rambut ponakan saya kritik loh… *OOT*
mampir …
Wooow.. bro..
QS As Shaff : 2-3 di atas bikin ogut merinding …
Bukan berarti ogut berhenti comment..atau kritik.. hanya..
jadi berpikir lebih keras lg untuk mengerjakan apa yg ogut comment..
Kritik amat perlu demi mendewasakan diri…
*terharu..*
Saya pernah mendengar kata ini “hisablah diri kita sebelum kita dihisab di mahkamah milik ALLAH” misalnya tanyakan apakah shalat kita sudah benar dst …
betul gak itu mas?
oooo
mas arif
makasih nih
mengingatkan ku 1 hal yg terlupakan
hehehhe…
sini mas kunjungan baliknya di tungguin ya
@ really life : berubah apanya mas? kata teman-teman saya memang sudah agak kurusan sekarang
@ rindu : bener mbak. kalau saya tidak salah, perkataan ini dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab.
semoga kita selalu diberikan hidayah oleh Allah agar selalu menghisab diri.
saling mengingatkan saja.
apapun kritikan yang kita dapatkan bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi diri ini.
postingan yg mencerahkan
kadan mengkritik dengan emosi
dan menanggapinya juga dengan emosi
padahal jika kritik lebih santun
maka hal itu membangun
wah bagus tuh, sifat yg sy pribadi ngak punya. Tahan kritik dan bila dikritik nerima (sekalipun basa basi)…good job, you’re in the right tract
Perlu melatih diri agar saat mengkritik jauh dari kesan menggurui dan berkepala dingin saat menanggapi kritikan, tidak merasa dilecehkan
Mengkritik dan dikritik perlu jiwa besar dan kadang jga perlu liat sikon-nya
>Itu Kriting Chanx hehe…:D
dikeritik atau dikelitik hampir sama geli2 nikmat!
wekekekkek!
Manusia mengkritik paling hanya berupa ucapan dan ungkapan. Lha, kalau kritikan dari Allah mungkin bisa berupa bencana, musibah dan semacamnya.
Kritikan yang positif pasti akan sangat membangun
Think positively
wew nice post … smg dgn mengkritik dan dikritik semua jd lbh baik
“Jadi sebelum mengkritik orang lain, kritiklah diri kita dengan sejujurnya.”
Mungkin dengan kata lain:
Trus jangan lupa maling 50 juga harus kritik maling 100… dstnya. Lalu maling nol?… Emang ada?
Kalau ada yang maling 10000 maka yang maling 100 bisa disahkan untuk mengkritik. Sama-sama maling tapi setidaknya dengan demikian maling seratus bisa menurunkan angka kemalingan
kritik boleh tapi yang wajar dan sopan
biasanya kritik akan meyebabkan orang yang di kritik emosi..
salam dari saya…
Yang mengkritik dan yang dikritik sama2 harus punya ‘etika’. Yang mengeritik benar tidak boleh merasa lebih baik dari yang dikritik dan kritiknya juga harus pakai bahasa yang santun namun tetap tidak boleh kehilangan makna kritikannya.
Sedang yang dikritik juga jangan merasa sudah paling baik sehingga tidak perlu dikritik apalagi kalau ia menduduki jabatan penting. Dan yang penting juga yang dikritik harus pandai menimbang mana2 kritik yang dapat dilaksanakan segera dan mana yang harus diperbaiki secara bertahap. Yang penting kalau memang mengetahui kritik itu baik segera dilaksanakan demi kebaikan bersama…….
kalo kritik membangun tentu harus di dengar
introspeksi diri lagi kalo ada yang mengkritik, semakin kita menolak kritik maka semakin benar kritikan itu.
Assalamualaikum,
Kritik, hu…. mengikut kajian Ahli Psikologi dunia, manusia sangat suka bercerita tentang dirinya. Suka sangat menyebut perktaan “Saya”. Namun sangat benci dan sakit hati apabila dikritik.
Hu, itu pandangan mereka.. kita mungkin ada bedanyakan…
Salam Perkenalan dari Malaysia!
yup…terkadang kita berat bgt menerima kritikan
karena angkuh dan ego kita
so…
kritiklah orang yang kalian sayangi dengan cara yang ahsan
agar hatinya juga tidak tergores
Hebat. Salam.
Ass.
saya senang dikritik……karena ia adalah sarana perbaikan diri…
sepertinya perlu juga negh mengkritik di sini…
*apa yak ??
dalam meluncurkan kritikan juga harus hati-hati, bro. musti dengan cara-cara yang bijak dan sopan. jangan sampe nyakitin hati orang yang dikritik. dah punya pengamalan aku soalnya. dah pernah mengkritik terus yang dikritik marah. sampe sekarang lom dimaafkan. buhuhu…
(^_^)v
pada era kerbukaan seperti sekarang ini, agaknya kita memang kita mesti mulai terbuka terhadap kritik, pak arif, hehehe
sipa mengkiritik sekaligus siap juga utk dikritik. konon, kritik itu ibarat jamu yang akan membikin hidup kita jadi lebih sehat dan seger. bener nggak, yah?
Kritik memang membuat kita semakin dewasa dan semakin maju, dan yang lebih perlu adalah cara penyampainnya, Salam
hehehe, rasanya agak sulit yach kalo terima kritikan …
Saya suka dikritik. Bahkan saya sering minta dikritik. Tapi tentu kalau bisa sekaligus saran perbaikannya. Tips yang bagus.
Kalau ke blog saya kasih kritiknya ya..
Jangan sungkan-sungkan….
Berarti harus intropeksi dulu ya sebelum mengkritik orang lain.
assalamualaikum akhee, ane kudu sering silaturahim nich ke rumah ente…. syukron nich buat tausiahnye…
Bicarain kripik ya pak ??
Tergantung sih pak .. ada kripik pedas, kripik manis dan sebagainya. Kalo saya sih lebih suka di-kripik pak. Ga peduli apakah orang yang meng-kritik saya itu lebih baik dari saya atau tidak.
Bagi saya, kritikan yang diberikan seperti sebuah tantangan (peluang) untuk lebih memperbaiki diri saya. Jadi .. saya ga masalah pak, orang yang menyampaikan kritikan itu pengetahuan, pribadinya, kebiasaannya tidak lebih baik.
Karena saya suka kripik
Sebuah kritik akan bermanfaat jika dilakukan secara santun, rendah hati, dan bertujuan baik. Namun juga harus melihat situasi dan kondisi orang yang dikritik, bukannya tambah baik, tapi malah bisa menjadi bumerang..
kritikan orang adalah sebuah bentuk perhatian untuk diri kita
Tulisan yang bagus, Mas Arif. Saya merasa ‘diingatkan’ dan memperoleh pencerahan yang bermanfaat.
Saya akan sangat berterimakasih kalau Mas Arif bersedia mengkritik blog saya. Terimakasih sudah berkunjung.
Mampir aja, belum ada tulisan baru soalnya … ayo nulis dan berbagi
Mengkritik asal baik nggak apa-apa kan?
Assalamu’alaikum,,
wah, Subhannallah e-book nya banyak bgt,
saya banyak mengunduh dari blog antum,hehe
btw, saya mau nanya nih,
punya e-booknya “Risalah pergerakan ikhwanul muslimin” yang jilid 1 gak?
klo punya mhn di kirim ke email saya ya…
sykron
jzklh
wassalm,
sangat indah mendengar, menyimak, dan membaca tulisan renyah kang arif tentang kritikan. Kritikan pada dasarnya adalah upaya untuk memperbaiki dan meluruskan suatu hal. Intinya kalo semua itu demi kebaikan mengapa kita harus alergi terhadap kritikan ??? benar gak kang arif
saya justru sedang menggu itu. tolong bantu saya untuk tumbuh