Seperti Ayub Alaihissalam. Kehilangan anak dan harta. Ditimpa penyakit parah dalam waktu lama Ditinggal istri tercinta. Maka Ayub mengadu kepada Tuhannya. “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” *
Tidak ada pengingkaran. Tidak ada penyesalan.
Adanya penyerahan. Adanya permohonan diselimuti sopan santun demikian dalam.
Seperti Yusuf Alaihissalam. Digoda istri pembesar Mesir. Cantik, anggun, kaya. Dikamar “berdua”, dirayu hasrat lelakinya. Didepan wanita-wanita Mesir, dipaksa menundukkan dirinya. Maka Yusuf berkata kepada Tuhannya “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” **
Tidak sombong. Tidak merasa jagoan.
Adanya pujian atas perlindungan. Adanya pengakuan kelemahan.
Seperti Ayub Alaihissalam. Seperti Yusuf Alaihissalam. Seperti itulah hendaknya. Seberliku apa, sesulit bagaimana kesanalah karakter diri dibawa. Insya Allah, dengannya Allah kan cinta.
*QS Al Anbiyaa’: 83
**QS Yusuf: 33


Insya Allah…
syukron atas pencerahannya kang..
alhamdulillah, kau sudah mulai kembali ngeblog lagi kang…
dan kembali memberi pencerahan kepada kita semua…
*maaf tidak bisa hadir di pernikahannya*
maaf terlambat… semoga fernikahannya dirahmati oleh Allah SWT.
Saya sedang menata hati agar hawa nafsu saya tidak menjadi pemimpin jiwa saya …
Saya sedang menata hati agar mimpi indah saya terhapus oleh keikhlasan …
Saya sedang menata hati agar kehilangan demi kehilangan tidak membuat saya berburuk sangka kepada ALLAH ..
Wellcome back….ditunggu postingan berikutnya….
saya kira, postingan ini berkait erat dengan “peremuan”…makhluk nan indah itu.
Nabi Ayub yang ditinggal perempuan dan Yusuf yang digilai perempuan.
Dan mungkin saja, ini berhubungan erat dengan si arif rahman yang baru saja “berhubungan dengan perempuan” alias istri …. hehehehehehe
btw…selamat pengantin baru
Astaghrifullah aladzim…. saya lupa kang atas invitasinya. Saya juga waktu itu juga masih berada di Jakarta akan pulang ke Bandung. Aduh mohon maaf sebesar2nya ya….
Memang betul kang….. manusia seyogianya tidak sombong… dan selalu merasa kurang….. Sombong itu ada dua, yang terang2an dan yang sembunyi2, yang sembunyi2 biasanya mulutnya manis, tetapi kelakuan sosialnya berbeda dari kata2nya, nah menurut saya, ini yang lebih berbahaya……….
Setelah merid kang arif auranya jadi beda nih kayaknya.
“Tidak sombong. Tidak merasa jagoan. Adanya pujian atas perlindungan. Adanya pengakuan kelemahan.”
Dan dimata Allah kita ini cukup kecil. Subhanallah
penyerahan. totalitas. sulit memang. tapi harus ya.. ^_^
wah dimana-mana lagi nulis soal cinta :mgreen:
BTW meski terlambat :-> Barakallah atas pernikahannya … semoga menjadi keluarga sakinah mawadah wa rahmah -
**
ada postingan lucu tentang nikah
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/10/28/ibsn-ketika-musim-%e2%80%a6%e2%80%a6/
Mari selalu mengutamakan akhlak mulia baik kepada Khalik maupun sesama makhluk, seperti yang telah dicontohkan oleh para nabi dan rasul.
Semoga kita semua bs seperti atau
meneladani perilaku mulia Ayub, Yusuf, dan
para Nabiyullah lainnya
Halo Pengantin Baru …
Apa khabar …
semoga tambah bahagia dan tambah bersyukur …
Salam saya …
The Trainer
Akhirnya… bapak (uhuk!!) Arif posting lagi… hehehe.
Gayanya jadi lebih (uhuk… duh musim pancaroba nih) romantis kayanya nih…
Good post Rif…
welll memang mengikuti jejak langkah mereka tidak semudah dan seindah cerita
Ayub dan Yusuf, sosok teladan yang mesti kita ikuti jejak dan langkahnya. alangkah damainya negeri ini jika dunia ini selalu bermunculan “ayub” dan “Yusuf” yang rendah hati dan toleran.
nama saya jugax Yusuf….tapi bisak kek nabi yusuf gak yaks…
Turut mendoakan selamat atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.
Sepeti Ayub,… InsyaAlloh. Amin,-
Tangerangku di Ciputat mas, dekat sektor IX
.. mampir
Selamat atas pernikahannya ya…
Semoga diberikan kebahagiaan dalam menjalani rumah tangganya
Seperti rumah tangga Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah r.a.
haduh maaf br bs maen ksini mas … selamat menempuh hidup baru mas, smg bahagia dunia akhirat. mnjd keluarga yg sakinah … amien …
Telah jelas petunjuk diberikan. Telah banyak contoh dibeberkan .. tapi entah mengapa hati selalu ‘berbelok’ ke jalan berliku yang mulus ketika melihat jalan ‘lurus’ penuh berbatuan.
Saya percaya, Allah sangat menghargai ciptaanNya yang masterpiece. Seorang Manusia, yang seringkali lupa bahwa dia sangat dicintai olehNya…
(makasih ya… it’s a nice post!)
jangan sampe diri jadi sombong dak sok jagoan!
wkekekekek!
sy sdh tidak sabar ingin melihat mas Arif yunior,hehe..
selamat siang,mas.
salamku
iya, seperti itulah…
kesombonganlah yang membuat iblis tidak mau sujud kepada Adam.
Berarti barangsiapa yang sombong, temannya iblis.
Betapa indahnya hidup jika dikelilingi pribadi-pribadi nabawiyah seperti itu
^_^ Ingin seperti siapa ya?
Pertama, salam kenal dulu ya akh arif..
Kedua, barokalloh atas pernikahannya..
Ketiga, kisah nabi yusuf dan ayub adalah dua kisah yang syarat dengan teladan, masing-masing mendapat ujian dari Alloh SWT.
Nabi Ayub diuji dengan penderitaan, sedang Nabi Yusuf diuji nafsu syahwatnya.. dan ternyata dengan keimanan yang kuat mereka berdua bisa melewatinya
Semoga kita bisa begitu ya akh …
Apalagi di jaman sekarang, iman benar-benar dipertaruhkan agar bisa selamat dari godaan dunia.
bagus sekali