Ummat muslim adalah ummat pemenang. Karena memang begitulah Allah -lewat Al Quran dan Sunnah- menyiapkan.
“..Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” (QS Ar Ra’d:11)
Seperti dijelaskan dalam Surah Ar Ra’d ayat 11, Allah menghendaki adanya sebuah konsep pemenang dalam diri ummat Islam. Konsep yang menghendaki ummat ini bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri. Yang menghendaki ummat ini berlaku jujur mengintrospeksi diri. Yang menghendaki ummat ini mengharamkan pengkambinghitaman, menolak praktik penjilatan.
Kenyataannya saat ini ummat Islam belum menjadi pemenang. Islam belum jadi pemimpin peradaban. Cita-cita kejayaan dalam Surah Al Anfal ayat 39 masih jauh dari kenyataan.
Karenanya ummat ini perlu segera bertobat dan merubah diri. Segera hapus sikap meletakkan nasib ketangan pihak lain. Sikap ini adalah sikap pecundang. Karenanya hentikan penyerahan masa depan ekonomi negara Islam ke tangan IMF dan Bank dunia. Hentikan penyerahan masa depan kemanan Palestina, Irak, Afgan ke tangan Amerika dan sekutunya. Juga hentikan sikap berharap banyak, bahkan mendoakan Obama yang sebentar lagi akan diangkat menjadi Presiden Amerika -negara yg dengan bangga menyebut diri nya Paman Sam (Sam diambil dari kata Semitik, salah satu suku bangsa Yahudi). Padahal dalam Surah Al Baqarah 120 Allah sudah memberikan peringatan. Maka apakah ummat ini tak kunjung mengambil pelajaran?
Selain itu, ummat Islam juga harus menghapus sikap pengkambing hitaman. Benar bahwa kita perlu tahu kekuatan musuh. Kita perlu tahu segala jenis makar dan konspirasi yg di hembuskan pihak-pihak yang benci kebangkitan Islam. Ini di jelaskan Allah dalam Surah Al Baqarah 217,Ali Imran 56 dan Ibrahim 46.
Tapi jangan sampai kita terjerumus ke sikap pengkambing hitaman. Seolah-olah semua biang keterpurukan ada di faktor eksternal ummat ini. Sehingga semua tuduhan, hinaan, cercaan, makian diarahkan ke Amerika, Israel dan sekutunya. Sehingga kita tidak merasa perlu muhasabah dan menuduh diri kita sendiri. Bukankah diakhirat kita tidak akan ditanya tentang seberapa kuat makar Amerika dan sekutunya? Bukankah yang ditanyakan adalah seberapa keras usaha kita menegakkan dan membela agama?
Logikanya sederhana. Kita lebih lemah dari pihak yang membenci, maka kita akan terpuruk dan dizalimi. Kita sama kuat dengan pihak yang membenci, maka akan ada pertarungan diplomasi, perang dingin, bahkan perang panas sekalian. Kita lebih kuat dari pihak yang membenci, maka kepemimpinan peradaban ada di tangan kita.
Kita yang menentukan.
Bisa!

Bernada politik nih kang …
belum ada nada politiknya mbak
mungkin kalau di teruskan, bisa jadi mengarah ke politik
tapi saya simpan dulu untuk beberapa bulan kedepan.
yup.. bener banget.. g mana mau melawan kalau ga berdaya..so berdayakan diri dulu..terus belajar n berusaha memperbaiki diri, meningkatkan citra islam..itu salah satu jalan keluar..insyaallah..
Asalamu Alaikum,
yeah, dan kita akan berjuang…untun umat, bangsa dan negara
*lebay mode on*
hahaha…semangat!
Makasih y udah mampir ke blogQ…
salam kenal
wassalam
ya kita yang menentukan nasib kita…….negeri kita…..bangsa kita…….save nations !!! save indonesia !!
Tapi jangan sampai kita terjerumus ke sikap pengkambing hitaman. Seolah-olah semua biang keterpurukan ada di faktor eksternal ummat ini. Sehingga semua tuduhan, hinaan, cercaan, makian diarahkan ke Amerika, Israel dan sekutunya
inilah yang sering dipakai aktivis muslim.. atas ketidakberdayaan mereka untuk berbuat memperbaiki umat ini
persis ketika melihat kehancuran khakhilafan ustmani 1924 yang selalu jadi sorotan adalah faktor eskternal… padahal faktor internal seperti yang ditulis oleh dalam buku Bangkit dan hancurnya kekhilafan Turki Utsmani… disana ternyata penyakit kronis ummat ini sampai sekarang belum selesai!
lho kok jadi khutbah
sebuah refleksi yang mencerahkan, mas arif. kita memang ndak ada untungnya mengambinghitamkan kenapa kita belu mampu mencapai taraf peradaban yang diinginkan. refleksi, introspeksi diri, dan bersemangat utk melakukan sebuah perubahan itu lebih baik.
^_^ Nampaknya malam ini saya sulit untuk berkonsentrasi. Jadi bacanya kurang fokus, apalagi pembahasannya cukup berat.
Mau iseng mengomentari judulnya saja :
“Kita Yang Menentukan”
Bukankah yang Maha Menentukan itu Allah? Awalnya saya tidak begitu memperhatikan hal ini, mungkin karena memang pembawaan bahasa Indonesia yang kurang mengena ke maksudnya. Tapi setelah dipikir-pikir, nampaknya ada sebuah kekeliruan.
Penggalan ayat “..Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” (QS Ar Ra’d:11), tidaklah dapat diartikan sebagai “manusia yang menentukan”, melainkan menurut saya lebih tepat ditafsirkan sebagai “manusia yang mengusahakan”
Mohon maaf, bila komentar ini sedikit menyinggung, dan dianggap terlalu mempermasalahkan hal-hal yang sepele.
@ insansains :
Maksud “kita yg menentukan” tentu tidak lepas dari koridor tauhid, insyaAllah.
Saya memilih kata “menentukan” untuk memberi titik fokus pada “pilihan”.
Mengingat banyaknya kecendrungan sebagian ummat yg ada di dua kondisi ini:
1. menjilat dan memohon2 kepada musuh Islam utk membantu
2. mengkambing hitamkan membabi buta musuh-musuh Islam
Padahal, Allah menghendaki kita sendiri yg “menentukan” nasib kita. Ummat ini sendiri yg “memilih” kita mau di posisi pemenang atau pecundang, dan konsekuensinya ummat ini sendiri yg harus berjuang. Karena hidup adalah pilihan.
Yup,,kita bisa! optimis,,optimiss!!
Optimis adalah wujud keyakinan hamba kepada RobbNya, sebagai hamba Allah kita tidak boleh merasa rendah diri karena kita punya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu lagi Maha Pemberi.
Jika seseorang sudah tidak percaya pada dirinya sendiri, merasa tidak mampu, selalu ragu-ragu, maka kemungkinan besar itulah yang akan terjadi. Akan tetapi jika kita yakin kita bisa dan mau mencoba dengan usaha yang optimal maka insya Allah dengan pertolongan Allah kita akan bisa mencapai
hasil yang terbaik, bahkan kadang-kadang terasa tidak masuk akal sebelumnya. Ketika alam pikir kita mengatakan kita tidak mampu maka seluruh organ-organ tubuh kita juga akan merespon sama. kita yg menentukan!
selamat siang,pak.
maaf,sdh lama saya tdk berkunjun ke blog ibi.
bagaimana khbrnya?
salamku.
1. Umat Islam mesti bangun dari tidur.
2. Habis tidur, terus mandi, jangan lupa menggosok gigi, setelah itu menolong ibu, membersihkan tempat tidur. Setelah itu, jangan tidur lagi, walau hal itu akan sangat-sangat menggoda.
3. Dari tempat tidur, mari kunjungi perpustakaan rumah kita. Pertama mengaji Al-quran kemudian menuliskan beberapa tulisan dari ayat yang kita baca. Kedua, periksa buku-buku yang pernah dibaca dan lanjutkan bila belum selesai. Fokuskan pada permasalahan yang muncul dari Al-quran kemudian simak referensi yang kita miliki di pustaka itu. Ketiga, buku-buku yang belum dibaca, dilisting dan catat waktu untuk membacanya. Keempat, beli atau pinjam buku untuk menjawab persoalan yang ditemukan tadi. Kelima, temukan dosen, guru, mursyid, ulama, dst.. untuk membandingkan jawaban atas permasalahan tersebut.
4. Lakukan perjalanan keilmuwan, mulai dari rumah, sekolah (kampus), kelompok-kelompok masyarakat, mustadh’afin, mesjid dll . Berjalanlah di atas dunia.
5. Klasifikasikan masalah di Al-quran, teks book dan observasi alam semesta setibanya di rumah. Hidupkan komputer, tulis kembali dan berikan tulisan itu kepada bapak, ibu, adik, kakak, teman dan tetangga yang dianggap bisa memahami tulisan kita. Terima kritikan, nasehat, ajaran, caci-maki dan berargumenlah dengan akal sehat dan lemah lembut.
6. Tuliskan hasil evaluasi atas itu semua dalam sebuah tulisan yang baru dan simpanlah baik-baik di harddisk, copykan ke flashdisk, print out, dan kirimkan kepada media massa, jurnal-jurnal kampus, majalah-majalah dinding, milis, blog, atau apapun itu, sebarkanlah… “balighul anni walah ayah …”
7. Berdoa dan istirahatlah. Sesungguhnya kita memerlukan istirahat dan canda dengan saudara-saudara kita. Tangan kita cuma dua dan ternyata besok pekerjaan itu tak cuma tujuh poin ini.
Salam dari medan
Tentukannya bulan April 2009 bukan?
I agree!! nice post..
hubungi email saya atau YM: (banditoz), nanti saya akan beritahu tips & triknya agar Blog Om diterima
Blognya di daftarin disini aja Om: http://www.theadnetwork.co.uk/?aff=15148 biar dapet £15 + £5 /bulan!! kayak blog saya!
-salam-
@ langit jiwa : kabar baik. alhamdulillah
@ nirwan : kegiatan yg positif bang
@ nin : April ia. Tapi tanggung jawab kita tentunya bukan di April saja.
wow.. lumayan membakar
bisa kah muslim bersatu?? lha wong kita ga tahu.. yang muslim itu sapa
….
saya aja ngaku muslim tapi….. kelakuan masih yahudi banget
Setuju! Ini sikap fatalis yg cuma akan menciptakan tuhan-tuhan baru sebagai berhala.
Saya sendiri tidak percaya sejak Obama diagung-agungkan karena pernah di Indonesia, lalu ia akan berbaik hati. Negara kapitalis yang hajat hidup mereka tergantung pada pengeksploitasian negeri2 berkembang itu, ndak akan pernah bisa bersikap adil dan baik hati. Pemerintahannya sendiri satu logam mata uang dengan dua sisi: ekonomi dan militer.
Jangan lupakan, bahwa pemerintahan di negara itu sendiri adalah pemerintahan yang dibentuk dengan membantai ribuan suku Indian yang menjadi penduduk pribumi benua itu. Apa yang bisa diharap dari pemerintahan yg dibangun di atas darah pribumi itu?
Idem.
Ini yang kadang2 bikin saya miris, Mas. Seperti aksi-aksi anti komunis belakangan ini. Saya kesal sama orang seperti Mas Alfian Tandjung, yang cuma mencari isu pada bahaya laten.
Benar, komunisme itu bukan jawaban. Cuma utopia yang pada sejarahnya hanya akan mendirikan bentuk tiran baru dibalik selubung sama rata-sama rasa. Tapi akar dari gaung komunisme itu sendiri ada pada keterpurukan muslim saat ini, pada dua faktor utama: kebodohan dan kemiskinan.
Jadi, bantulah meminimalisir dua hal tersebut, sehingga isu bahaya laten cuma akan jadi angin lalu. Nggak akan berhasil, jika muslim sudah pintar dan hidupnya nggak kelaparan.
Muslim2 (terutama yang intelek dan mapan) tak boleh cuma cuci tangan dan mendiamkan diri di menara gading pada masalah umat yang kadang2 begitu membumi seperti upah para buruh, naiknya pajak, dan perampasan tanah oleh aparat pemerintah atau pengusaha. Lihatlah Lapindo dan sekian tempat lain, itu yang menderita umat sendiri, bukan?
kalau bukan kita, siapa lagi?
sebelum menuju perubahan besar, tentu harus ada perubahan kecil…
perubahan yang dimulai dari diri sendiri, untuk kita, keluarga, dan masyarakat sekitar…
yup, sudah saatnya bangsa ini bangun dari keterpurukan. rakyat khususnya pemuda harus bergerak maju. kita tidak boleh dininabobokan oleh janji-janji yang hanya semu belaka. mengharap tanpa bertindak, tidak akan mengubah segala sesuatu.
islam memiliki andil yang besar dalam perubahan ini.
maka tidak ada kata mundur dan menyerah dalam meraih cita-cita itu.
Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut .. karena gagal atau berhasilnya kita .. bukan karena orang lain, tapi karena diri kita sendiri. Sehingga kitalah yang menentukan untuk menjadi apa kita nanti.
Saya sepakat bahwa kita tidak perlu selalu mencari kambing hitam dalam setiap permasalahan yang dialami negeri ini.
KIta harus bangkit, berdiri dan kokoh dalam mengembangkan intelektualitas diri
Mari bersemangat membangun bangsa !!
lebih lemah, sama kuat, lebih kuat… akan memberikan banyak hal yang berbeda yah?
pertanyaannya kemudian adalah… mau dengan cara seperti apa? apa yang harus dilakukan?
Bersama kita bisa..!! Hayoo.. itu jargonnya partai apa??
Salah katakan salah, benar katakan benar
melakukan katakan melakukan
tidak melakukan katakan tidak melakukan
LIFE IS SIMPLE, Lets say it….to make the world so wonderfull.
Love in a Peacefull worlds.
Mengkambing hitamkan sama aja dengan firtnah bukan? jangan…itu nggak baik. kita dilahirkan bukan untuk jadi seorang yang bisa memfitnah orang. Kasian ibu kita yang sudah melahirkan kita.
@ kidung jingga :
“Dan inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah engkau ikuti jalan-jalan lain, karena itu semua akan menyesatkanmu dari jalan-Nya. Itulah yang telah diwasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-An’am:153)
Caranya dan tahapan, dengan membentuk:
pribadi muslim yang ideal – keluarga muslim yang bertaqwa
- masyarakat muslim yang responsif terhadap seruan Allah
- pemerintahan Islam yang berlandaskan syari’at Islam –
Daulah Islamiyah di bawah koordinasi Khilafah Islamiyah, hingga menjadi pemimpin dunia. InsyaAllah.
@ siwi :
untuk masa ini dan masa depan lebih tepat. “bangkitlah, negeriku. harapan itu masih ada”
Insya Allah bisa pak
Masalahnya jikalau kita selalu menyalahkan fihak lain sebagai biang kerok keterpurukan kita, kita tidak akan pernah belajar di mana kelemahan2 kita. Padahal mengidentifikasi kelemahan2 pada diri sendiri sangat penting sebagai jalan menuju koreksi diri dan juga perbaikan diri sendiri…….
Mas Arif…
Jujur saja
Saya selalu “adem” jika saya mendatangi blog ini …
Begitu Islami … begitu menyentuh …
dengan cara yang teduh … tanpa kehilangan “nas” nya …
Once again …
Saya suka Arifrahman, Saya Benci Pengkambing hitaman … !!!
(hehehe … Baru Mas Arif – Mas Cayo dan Nepho yang tau kunci jampi-jampinya mas …!!!)
Salam saya
gimana umat Islam bisa kuat, wong masih suka berantem sendiri…
salam hangat,
akan ada suatu zaman saat al qur’an tinggallah tulisan, saat islam tinggallah nama, saat masjid begitu mewahnya…
[dari kajian malam minggu di kampung saya, sayang, ga disebutin kitab hadistnya...]
Bener kata sampeyan mas Arif…,tapi dlm kenyataannya justru umat Islam yg terpuruk.
Kita harus berusaha agar tidak jatuh,Tapi sekali lagi..,hanya Allah yg menentukan
Yup bisa
Bangkit karena harapan tetap ada
Maaf akhi daku jarang OL nih
yup belum terlambat untuk bangkit.
mari kita mulai dari diri sendiri
ummat Islam adalah ummat yg cerdas, pergunakan itu untuk menjaga eksisensi diri jgn sampai menjadi ummat yg tertindas dan terdzolimi…
pastikan juga
cara berubahnya benar
mo bikin eskalasi smpe tahun depan nih?
@ dian:
ada pertimbangan.
tergantung perkembangan harga cabai merah dipasaran.
postingan menarik mas
Wah postingannya menarik sekali….
Salam
Sutrisno
http://trisnowlaharwetan.net
Kita harus bisaaaaa….
<blockquote. Konsep yang menghendaki ummat ini bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri. Yang menghendaki ummat ini berlaku jujur mengintrospeksi diri
Tolonglah dirimu dari kehancuran,sadarlah…..
Bangkitlah….Bangunlah….wahai diri yang terpenjara…..
Jangan biarkan diri terbelenggu oleh semua ini
Sesungguhnya yang ada hanyalah zat yang punya sifat
Dan yang punya kelakuan
Tidak ada sifat yang berdiri diatas zat
Nyatakanlah yang haq dan hancurkanlah dirimu
Itulah jalan untuk bangkit dari kehancuran
Janganlah menjadi diri yang tertipu oleh diri sendiri
Karena sesungguhnya diri sendiri bisa mencelakakan diri sendiri
Begitu pula sebaliknya diri sendiri bisa menolong diri sendiri
Bagaimana mungkin diri menolong yang lain
Sedangkan diri sendiri tertipu oleh diri sendiri
*Selamat berjuang melawan diri sendiri*
Salam wanita yang fakir
Salam
Kaum muslimin memang akan menang justru jika berpegang teguh dengan agamanya.
kita pegang kita menang !
bisa dan bisa…….
karena Allah selalu ada bersama kita……..
Semoga ummat segera bangkit. Bersatu.
Alaikumsalam Rif,
Iya, Rif:) Alhamdulillah hari ini saya baik. InsyaAllah, nanti kalau sudah pindah kabar2i ya.. Salam untuk istri.
Saya add nama Arif Rahman di Facebook. Kurang jeli karna gak lihat fotonya dulu dan gak perhatiin kalau nama Arif gak make “e” (Arief).
Ternyata itu orang lain. DJ. Hehehe. Beda bgt sama Arif yang dimaksud.
Jika kita kembali kepada keimanan dan keislaman yang benar sebagaimana sahabat2 nabi telah mengamalkan agama ini, insya Allah pasti kita bisa.. Allah akan berikan kekuatan kepada umat islam. Sebagaimana hadits diatas mereka dihantar agar dapat menjadi i’tibar bagi kita semua. Karena mereka telah menguasai hampir 2/3 dunia saat itu dengan kekuatan iman dan amal. Bukan dengan kekuatan kebendaan dan materi serta kekuatan akal/kepandaian. mereka menang karena mereka ikut dan taat kepada nabinya dengan benar.
Merekalah penolong-penolong agama-Nya dan wakil-wakil-Nya. Inilah PR buat kita semua umat islam.
Kita telah jauh mencintai dunia daripada Akhirat. Bahkan kita dan keturunan kita tak kenal dengan akhirat. Kita telah mentertawakan akhirat dan kita tidak takut dengan akhirat. Bagaimana mungkin kita akan dimenangkan oleh Allah Swt. jika keadaaanya begini. Sesungguhnya yang memberikan kekuasaan adalah Allah SWT. bukan manusia dan bukan pula jin. Bukan pula dengan jumlah yang besar. Umat islam di Indonesia besar namun kalah dan bercerai berai. Karena kita,….
lebih mencintai dunia daripada akhirat.
kiranya begitu mas pendapat saya… btw.. blognya bagus dan sangat menginspirasi. Salam hangat dari saya.
Semoga Allah SWT. selalu berpihak kepada kita dengan Hidayah dan Rahmat-Nya. eh … blognya saya link ya mas
yg penting masih besemangaddddd
saya suka liat komen kalo interaktif gini, selalu berkarya mas!!
tetap semangat!!
apapun itu, dandari segimanapun itu benar, setiap kejadian kita lah yang menetukan. Kita ditakdirkan baik, tetapi kalo kita memilih jalan nag lain maka itu adalah pilihan kita
da sekedar menginfomasikan
Kami pindah alamat di http://catatanmuslim.web.id
Suatu hari mau menghapus email yang ada di folder spam… Sebelum saya hapus semua, iseng-iseng saya baca sebuah email yang me”link” saya ke asiabersama.com….. Saya baca & analisa secara seksama…. ehhhmmmmm akhirnya saya ikuti semua prosedur yang ditawarkan…
Selanjutnya saya mempunyai “pekerjaan” baru, yaitu mempromosikan program tersebut ke semua teman bahkan ke orang yang tidak saya kenal, termasuk Anda yang membaca blog saya ini…
Beragam pendapat muncul… dari yang “no comment, setuju dan akhirnya ikutan sampai dengan yang berpendapat sangat KERAS mengHaramkan program ini….
Awalnya saya berat sekali mempromosikan program ini ke temen” dekat saya, saya takut mereka mencibir saya karena ikutan program yang (pada awalnya pun saya anggap bodoh) kurang di response positif bagi sebagian besar orang…. Namun demikian saya tetap mencoba, dan dari berbagai pendapat yang ada, pendapat salah satu teman saya sangat mengena, yaitu ” ya udah kalo lu yakin jalanin aja, biar enteng pikiran lu, anggep aja lu amal, gak usah lu inget lagi jadi gak ngeberatin pikiran lu….”
Pendapat yang tepat dalam menyikapi program ini…
Oya…. mengenai komentar yg bilang bagaimana dengan orang yang jadi member paling akhir, kasihan donksss mereka gak dapat member…. jawaban akan pertanyaan ini, saya akan jadi member dia lagi.. bukankah pada titik tertentu (4 kali duplikasi, orang pada level 4 akan keluar secara otomatis dari program ini) TIDAK ADA STAGNANT POINT…, Harap cermati lagi cara kerja program ini…
KLIK DI SINI UNTUK INFO LEBIH LANJUT….!!! http://www.hibahbca.co.cc
Demikian, terima kasih….
Saya mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1430 Hijriyah semoga hari ini dan hari esok akan lebih baik dan terlebih baik lagi,agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,bukankah itu tujuan Allah menciptakan kita,untuk menjadi Rahmatan lil alamin
Salam sejahtera selalu untuk anda(sdr Arif rahmanlubis) yang di Rahmati dan Di muliakan Allah SWT
Wanita yang hina dan fakir
Optimis…. semngat..berusaha dan berdoa…
dan yang paling penting….
mari Muslim bersatu…
ALLAHU AKBAR!!!
menurutku kedua faktor berpengaruh, eksternal dan internal. dari dalam, kaum muslimin sendiri (maaf) Islamnya hanya ada dlm KTP, sholat cuma seminggu sekali, maboknya tiap hari. yg sudah sholat 5 x, masih ada juga yg korupsi. sudah sholat, tidak korupsi, tapi ideologinya bukan Islam, politiknya opurtunis, ekonominya kapitalis, sosialnya individualis, pemikirannya liberalis. segala macam kelemahan ada di umat Islam (pdhal harusnya jadi umat yg terbaik, ali Imran :110)
dari luar, mereka memiliki kekuatan yang tdk tertandingi, baik politik (dengan ideologi mereka yang dipaksakan kepada umat Islam) maupun ekonomi termasuk teknologi.
pertanyaannya bagaimana kita menguatkan diri dan mengalahkan mereka musuh2 Islam dan kuam muslim?